Sering Langka BBM, Menjadi Ancaman Tersendatnya Perekonomian

oleh -
Akademis Sulteng, Sagir M. Amin. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Tidak bisa dipungkiri, antrian panjang sering dijumpai di sejumlah lokasi-lokasi SPBU di kota Palu, pusat ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, dalam beberapa pekan ini.

Dengan kelangkaan BBM tersebut mendapat beragam tanggapan, utamanya dari Akademisi Sulteng yang menyoroti hal ini bisa menjadi ancaman tersendatnya perekonomian masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya masyarakat kota Palu.

Akademisi Sulteng Sagir M. Amin, menjelaskan, karena dengan makin langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) dijual di sejumlah SPBU yang ada, dengan meningkatknya antrian panjang yang ngantri untuk mendapatkan BBM belakangan ini, dikhawatirkan akan menjadi ancaman tersendatnya perekomian bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya masyarakat kota Palu.

“Karena makin langkanya BBM, terus melahirkan rona antrian panjang kendaraan bermotor di pusat pompa penjualan BBM berlabel Pertamina, sehingga pasti jadi ancaman tersendatnya perekonomian,” ujar Akademisi Sulteng tersebut kepada SultengNews.Com, Selasa (7/12/2021) malam.

“Rona ini juga sangat mungkin mudah memicu ketegangan sosial yang bisa saja berujung pada konteks sosial yang carut-marut. parah, kelak menghebohkan,” sambung Sagir M. Amin.

Tampaknya, lanjut Sagir, dengan beragam tayangan yang disaksikan di lokasi-lokasi SPBU antrian panjang, ini sama halnya menyaksikan film peristiwa nyata atas latar ambruknya managemen pengelolaan BBM di SPBU.

“Ada apa ??? siapa mestinya jujur menjawab, demi Tuhan Yang Maha Tahu segala permainan hamba-Nya, siapa yang marajut hitung untung sehingga rakyat buntung merugi,” kata Sagir kepada SultengNews.com.

“Siapa mengawasi, siapa diawasi, tidak jelas?, amat memilukan hingga memalukan?. Ya, sabar-sabar jika ada praktik kebatilan di dalamnya dia pasti binasa, binasa itu doa bangsamu,” tambah Sagir.

Kemudian, selaku Akademisi Sulteng, kiranya hanya berharap kepada seluruh penentu kebijakan dalam pengelolaan BBM di lokasi-lokasi SPBU serta para pelaku jual beli BBM, untuk menjadi bangsa yang bermartabat, berhati mulia, agar bisa lebih dewasa dan arif dengan memberikan rasa nyaman tanpa terasa tercekik masyarakat, atas ketidakadilan yang dirasa dewasa ini terhadap kelangkaan BBM di masing-masing SPBU.

“Bagi penentu (kebijakan) hingga pelaku jual-beli BBM menjadi bangsa berhati mulia, yang peduli dengan penegakkan aturan main bisnis BBM, agar rakyat negeri ini nyaman tanpa terasa tercekik, tertindas, teraniaya karena sunggguh beresiko,” tegas Sagir M. Amin.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.