Senin, Bupati Alek Tutup Semua Akses ke Tolitoli

oleh -
Bupati Tolitoli, H.M Saleh Bantilan. FOTO : IST

TOLITOLI, SULTENGNEWS.COM – Seiring bertambahnya pasien yang positif terkangkit virus corona atau covid 19 di Sulteng, membuat Bupati Tolitoli H.M Saleh Bantilan mengambil tindakan tegas akan menutup semua akses ke Tolitoli mulai Senin (30/3/2020) dini hari nanti.

“Mulai besok jam 00.00 atau hari senin, semua jalan masuk dari Palu, Kotaraya, dari buol saya tutup mati selama 14 hari,” ujar Bupati Tolitoli melalui vidio yang dikirim secara berantai pada Sabtu (28/3/2020).

Bupati yang akrab disapak Alek ini juga akan menutup jalur laut, sehingga tidak ada yang bisa masuk ke tolitoli selama 14 hari terhitung mulai Senin 30 Maret 2020.

“Penerbangan hanya saya diizinkan 2 hari sekali, itupun harus kita periksa secara ketat. Laut pun kita ditutup, mulai senin tidak ada lagi orang melintas di Kabupaten Tolitoli,” tegasnya.

Bupati mangaku, tindakan yang dia lakukan merupakan upaya prefentif untuk mencegah masyarakat Tolitoli terjangkit virus corona atau civud 19.

“Ini namanya tindakan prefentif, jangan sudah tertular baru saya ambil tindakan. Kepada masyarakat yang ada keluarganya, mulai besok batas akhir masuk ke Tolitoli,” tandasnya.

Seperti di ketahui, berdasarkan data Pusdatina Corona Virus Disease (Covid)-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), kembali merilis jumlah orang PDP di Sulteng saat ini mencapai 28 orang dengan rincian di Kota Palu 17 orang (3 negatif dan 2 positif ), Kabupaten Sigi 2 orang, Parigi Moutong 1 orang, Tojo Unauna 2 orang (1 negatif), Tolitoli 1 orang (1 negatif), Banggai 1 orang dan Morowali Utara 4 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 orang sedang menunggu proses uji laboratorium (Lab) untuk dapat menetukan positif atau negatif virus Corona.

Sementara 2 orang sudah dinyatakan positif terjangkit virus corona. Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 sebanyak 44 orang, yang terus dalam pemantauan petugas kesehatan di rumah masing-masing.

Jumlah (ODP) tersebut tersebar masing-masing 5 orang di Kota Palu, Sigi 1 orang, Donggala 6 orang, Parigi Moutong 8 orang, Poso 3 orang, Tojo Unauna 4 orang, Banggai 9 orang dan Morowali Utara 8 orang. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *