Sejumlah Mahasiswa Parimo Galang Donasi Untuk Bayar Utang Bupati

oleh -
Mahasiswa Parigi Moutong memegang selebaran donasi untuk membayar utang Bupati Parigi Moutong. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sejumlah Mahasiswa dari Parigi Moutong (Parimo) melakukan aksi penggalangan dana yang berbeda dari aksi mahasiswa pada umumnya, dimana mahasiswa kebanyakan mengadakan aksi solidaritas bantuan bencana alam, namun kali ini sejumlah mahasiswa Parimo melakukan penggalangan donasi untuk membayar utang bupati.

Penggalangan donasi itu, terkait utang Bupati Parigi Moutong sebesar Rp4,9 Miliar kepada seorang pengusaha bernama Ence Yohanes. Utang itu berdasarkan putusan hukum yang sudah inkracht atau sudah berkekuatan hukum tetap.

“Penggalangan donasi ini untuk membantu Bupati Kabupaten Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu untuk membayarkan hutangnya. Sebab, jangan sampai bupati menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk membayar hutang-hutangnya kepada pengusaha,” ujar Agung, Kordinator Lapangan (Korlap) penggalangan donasi itu saat ditemui wartawan sultengnews.com di Jalan Sisinga Mangaraja Kota Palu, Sabtu (07/03/2020).

Menurutnya, hutang bupati sangat membahayakan, apalagi sampai menggerogoti APBD, makanya para mahasiswa berinisiatif menggalang donasi untuk menyelesaikan hutang piutang secara pribadi, bukan dengan dana – dana Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong.

Dia mengatakan, penggalangan donasi untuk pembayaran hutang Bupati Kabupaten Parigi Moutong akan terus dilaksanakan, sehingga bisa menjadi warning atau tekanan pada Bupati Kabupaten Parigi Moutong, agar jangan sampai menggunakan anggaran pemerintah untuk membayarkan hutang tersebut.

“Bukan hanya sampai dipenggalangan donasi saja, tapi kita juga akan melakukan aksi mempressure Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong untuk memanggil bupati, sampai pada tahap impeachment atau pemakzulan terhadap Bupati Parigi Moutong, karena Kabupaten Parigi Moutong sudah di titik yang sangat kronis,”tegasnya.

“Pemakzulan dilandasi dengan persoalan hutang piutang. Inikan jelas memalukan seorang pejabat publik melakukan tindakan seperti itu, yakni berhutang,” sambung Agung.

Menurutnya, kasus itu juga bisa didorong masuk pada gratifikasi yang dilakukan oleh Bupati Kabupaten Parigi Moutong itu.

“Maka kita akan dorong ke DPRD Kabupaten Parigi Moutong melalui kasus yang sudah ingkrah ini,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *