Sejumlah Aset Negara di BLK Tolitoli Diduga Digelapkan

oleh -
Inilah aset negara di BLK Tolitoli yang diduga telah di gelapkan dan dijual ke pembeli besi tua di Tolitoli. FOTO : IST

TOLITOLI, SULTENG – Sejumlah aset negara yang dijadikan bahan praktek di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Tolitoli diduga digelapkan.

Terbukti, sebuah kendaraan roda empat yang merupakan bantuan kementrian raib. Anehnya dari penelusuran media ini, Kamis (25/03/2021) kendaraan roda empat yang masih terdaftar menjadi aset negara tersebut tak lagi utuh dan telah berpindah ketangan pembeli besi tua yang lokasinya tak jauh dari BLK di Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli.

“Sebelumnya roda empat bantuan dari kementrian di BLK itu ada empat unit, dua unit dalam kondisi jalan sedangkan dua unit lagi dalam kondisi rusak,” terang mantan kepala UPTD BLK Tolitoli, Idham kepada media ini, (Kamis (25/03/2021).

Menurutnya, aset negara yang diperuntukkan sebagai kendaraan operasional jika sewaktu-waktu ada kegiatan pelatihan diluar BLK diantaranya yang dianggarkan lewat dana desa, maka kendaraan tersebut bisa dipergunakan, namun jika dipanggal lalu dijual ke pembeli besi tua maka bisa dimungkinkan aset negara yang masih tersisah di BLK itu jumlahnya akan menyusut.

” Sejak saya tinggalkan, aset negara di BLK itu saya tidak urus lagi, setahu saya seperti motor masih ada delapan unit lengkap dengan peralatan komputernya, sekarang saya dengar komputernya banyak hilang sementara harganya cukup mahal,” kata mantan kepala UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja Tolitoli itu.

Sementara kepala UPTD BKL Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tolitoli, Abu Bakar S Wangi yang dikonfirmasi terkait penggelapan aset mulai dari dua unit roda dua merek honda Supra dan satu unit mobil boks yang diduga digelapkan mengaku tak mengetahui.

” Saya tidak tau siapa yang gelapkan aset negara itu, kenapa barang itu ada ditangan pembeli besi tua saya tidak tau,” kata abu bakar yang ditemui di lokasi BLK itu.

Disinggung namanya bersama oknum tenaga pengajar di kejuruan Outomotif yang disebut – sebut selaku penjual aset negara ke pembeli besi tua juga ditepisnya.

” Bukan saya yang jual itu, saya tidak tau,” katanya mengelak. RML

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *