Sejumlah Akademisi dan Advokat di Palu Membentuk Komisi Independen Kampus

oleh -
Sejumlah Alumni Universitas Tadulako saat menggelar konfrensi pers terkait pembentukan Komisi Independen Kampus. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sejumlah akademisi, advokat dan tokoh pemuda membangun satu jejaring masyarakat dalam sebuah forum yang menamakan dirinya Komisi Independen Kampus.

Tujuan utama dari komunitas ini adalah melakukan koreksi dan memberi jalan pikiran konstruktif bagi perbaikan kampus, universitas atau perguruan tinggi khususnya yang ada di Kota Palu dan sekitarnya.

“Kami adalah representasi dari komunitas ini dan menyusul ratusan anggota komunitas lainnya, mendeclare keberadaannya,”kata salah satu presidium, Prof Dr. Ir. Marhawati Mappatoba, MP, saat konferensi pers, Kamis (10/06/2020).

Marhawati menjelaskan, sejauh yang dibolehkan menurut ketentuan perundangan, maka komunitas ini akan melakukan advokasi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat sebagai amanah ummat terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah.

“Agenda awal dari komunitas ini ialah memberikan perhatian yang serius terhadap permasalahan yang ada di Universitas Tadulako sebagai perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tengah,” jelasnya.

“Kami bertekad melakukan advokasi terhadap masalah – masalah struktural yang menjadi sorotan masyarakat seperti kasus penonaktifan tenaga akademik, pengelolaan menejmen yang tidak sesuai aturan perundangan,” urainya Marhawati.

Selain itu, kata Marhawati ada semacam premanisme minifes maupun latent yang menekan kebebasan akademik oleh oknum-oknum elite kampus yang sengaja mempertahankan hegemoni kekuasaannya.

“Tidak kalah pentingnya dari agenda ini melakukan advokasi dan ikhtiar hukum terhadap ketimpangan pengelolaan keuangan Yayasan Potma, serta pengelolaan proyek yang hanya menguntungkan segelintir orang,”tegasnya.

“Dalam melakukan advokasi dan litigasi, komunitas ini akan menempuh penyelesaian di setiap tingkatan peradilan, tetapi terlebih dahulu mempertimbangkan sikap independensi dan kehendak mewujudkan maslahat,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *