Satu Minggu Dikasih Batas Waktu Lagi Sebelum Penertiban PKL Martadinata

oleh -
Kepala Satpol-PP Kota Palu, Trisno Yunianto. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Kota Palu masih memberikan ruang dan kesempatan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) sepanjang jalan Martadinata kelurahan Talise dan kelurahan Tondo selama satu minggu, untuk segera mengosongkan atau minimal bergeser dari tempat lokasi usaha sebelumnya yang mengenai bahu jalan, trotoar, dan drainase.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Palu Trisno Yunianto, menjelaskan, satu minggu kembali diberi waktu dan kesempatan kepada PKL sepanjang jalan Martadinata, karena masih ada sebahagiaan dari mereka yang tidak mengindahkan hasil sosialisasi penertiban untuk tidak menggunakan jalan, bahu jalan, trotoar, drainase, digunakan sebagai tempat usaha.

Diakui Trisno, dari beberapa pelaku usaha PKL yang berjualan di sepanjang jalan Martadinata hingga sampai di patung kuda, ada PKL yang sudah dengan niat baik membongkar usahanya sendiri dan bahkan pula ada yang telah digeser tempat usahanya atau dimundurkan ke belakang dari drainase.

“Yang belum bergerak sama sekali atau dibongkar ini yang kita kasih waktu lagi selama satu minggu kedepannya, kalau tidak juga mengindahkan, terpaksa kami tertibkan minggu depannya atau awal bulan Februari,” kata Tirsno Yunianto kepada SultengNews.com, Selasa (25/1/2022).

Trisno yunianto menyebut, bahwa sosialisasi penertiban terkait dengan penegakan Perda Kota Palu Nomor 3 Tahun 2019 tentang dilarang menggunakan bahu jalan, jalan, trotoar dan drainase kepada PKL sepanjang jalan Martadinata, dianggap sudah cukup lama dari awal bulan Januari 2022 kemarin.

Itu artinya, bahwa tentunya kepada PKL yang berusaha dengan tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang ada di dalam Perda untuk bisa taat dan mengikutinya, sebagaimana keinginan dari Wali Kota Palu sepanjang jalan Martadinata sebagai wajah pertama dilihat untuk bisa terlihat rapi, menarik, dan tertata rapi.

“Penertiban dilakukan berdasarkan Perda Kota Palu Nomor 3 Tahun 2019, itu dilarang mereka untuk tidak menggunakan jalan, bahu jalan, trotoar dan lainnya. Semuanya harus dibelakang got atau drainase atau sekitar 4-5 meter dari drainase,” kata dia.

“Kita berikan kembali waktu ini agar jangan sampai nanti Satpol-PP kota Palu ketika melakukan penertiban terkesan selalu dianggap arogan. Pesan Wali Kota, kita tetap lakukan penertiban namun dengan cara yang humanis atau dengan cara yang baik-baik,” sambung Trisno Yunianto.

Dalam waktu satu minggu ini pula, katanya menambahkan, dia pun ingin mengatahui sebab mengapa masih ada sebahagiaan dari PKL yang tidak mau bongkar sendiri tempat usahanya dan bergeser ke belakang drainase.

“Kita akan ketahui nanti selama satu minggu ini, maunya seperti apa. Tetapi pada intinya yang melanggar tetap kami tertibkan,” jelas Trisno Yunianto.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.