Satu Anggota Mapala Sangarmatha Hilang di Desa Tambusisi Morowali

oleh -
ILUSTRASI : Anggota Mapala saat mendaki. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Satu orang Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sangarmatha dikabarkan hilang saat melakukan pendakian di gunung Tambusisi Desa Tambayoli, Kabupaten Morowali.

Humas Basarnas Kota Palu, Fatmawati menyebutkan, unit Basarnas Morowali sejak pagi tadi sudah sampai di Desa Tambayoli dan telah menuju ke gunung Tambusisi. Namun sampai siang tadi, belum ada informasi dikarenakan terkendala jaringan, saat ditemui di Basarnas Kota Palu, Rabu (08/07/2020).

“Tadi pagi sudah komunikasi dengan Basarnas Morowali yang sedang melakukan pencarian terhadap Mapala yang hilang, tapi sampai sekarang belum bisa di hubungi karena terkendala jaringan,” sebutnya.

Dia mengatakan, tim Basarnas yang turun melakukan pencarian ada 5 orang yang di bantu TNI, Polisi, Mapala dan Masyarakat setempat.

5 orang Mapala Sangarmatha yang melakukan pendakian yakni Faisal, Ibrahim, Rein, Iwan dan Farel.

Dia menjelaskan, sesuai dengan laporan yang diterima ada dua versi, laporan pertama pada 06 Juli 2020 Pukul 14.00 wita. 5 orang Mapala telah melaksanakan pendakian dan hendak turun ke perkampungan, saat anggota Mapala menyebrang sungai, salah satu anggota mereka trouble (terbawa arus sungai) yaitu Faisal, sebab kondisi cuaca di lokasi hujan lebat.

Laporan kedua, kata dia yang disampaikan Kordinator Mapala Sangarmatha, sesuai kesaksian Alif Hidayat, peserta berjumlah 6 orang, 5 orang anggota biasa dan 1 orang anggota muda, berangkat pada hari senin 29 juni 2020, adapun 6 orang itu yakni Ibrahim, Alif Hidayat, Faisal, Ali Akbar, Munawan, Farel (Anggota Muda).

Menurut penjelasan Arif Hidayat, pada sore hari 06 juli 2020, kedaaan seluruh peserta sedang posisi di jalan pulang dari puncak tiba sebelum pos 2 Tambusisi korban (Faisal) berjalan sendiri lebih dulu didepan sehingga terpisah dari tim. Karna khawatir tim dengan peserta yang tersisa maka dibagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok A dan kelompok B.

Saat sampai sungai tim A belum menemukan si koraban (Faisal) karena tim A berfikir si korban mungkin sudah sampai di Desa, sehingga tim A menyusul sampai ke desa dan ternyata si korban juga belum di temukan.

Selanjutnya, keadaan tim B terjebak di Pos 2 gunung Tambusis karena tidak dapat menyeberangi sungai, karena keadaaan hujan deras yang berkelanjutan. Pada pagi hari selasa tanggal 7 juli 2020 tim A bersama warga lembassemara kembali menuju ke pos 2 menemui tim B dengan harapan korban ditemukan oleh tim B atau dengan keadaan sehatwalafiat.

Saat menuju ke pos 2 keadaan sungai masih belum bisa di seberangi. Sehingga mereka lanjut melakukan pencarian ke lokasi yang bisa di jangkau. Alhasil korban tidak di temukan hanya saja, Carrier korban di temukan di sebuah Irigasi .

Sampai berita ini terbit unit Basarnas Morowali masih melakukan pencarian terhadap korban. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *