Satreskrim Polres Tolitoli Menangkan Gugatan Praperadilan

oleh -
Situasi di Pengadilan Negeri Tolitoli usai pembacaan putusan sidang praperadilan yang dimenangkan Satreskrim Polres Tolitoli. FOTO : RAMLAN/SN

TOLITOLI, SULTENGNEWS.COM – Sat Reskrim Polres Tolitoli memenangkan gugatan praperadilan yang dimohonkan Sopiana selaku pelapor dugaan tindak pidana pengancaman pada sidang Praperadilan Nomor : 1/Pid Pra/2021/PN.TLi.

Tindak pidana pengancaman tersebut terjadi pada Jumat 27 November 2020 sekitar pukul 15.00 WITA bertempat di Jalan Suprapto Kelurahan Panasakan Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli dengan terduga terlapor Yusri Dg Mallawa sebagaimana terlampir dalam Laporan Polisi Nomor : LP/298/XII/2020/Sulteng/Res Tolitoli, yang diterima tanggal 2 Desember 2020.

Berdasarkan alat bukti berupa surat, pemeriksaan saksi, pemeriksaan ahli, hakim memutuskan untuk menolak keseluruhan permohonan dari pihak pemohon dan membebankan biaya perkara sebesar nihil kepada pemohon.

Kasat Reskrim Polres Tolitoli melalui Kanit Pidum Ipda Seonatun SH mengatakan, putusan itu dibacakan oleh Hakim bertempat diruang sidang Kantor Pengadilan Negeri Tolitoli pada Selasa (24/8/2021) kemarin.

Adapun dasar pertimbangan Hakim kata Kanit Pidum yaitu meliputi, penyidik Sat Reskrim Polres Tolitoli dalam mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), dikarenakan tidak ditemukannya kesempurnaan tindak pidana baik materil maupun alat bukti yang diatur dalam Pasal 184 KUHAPidana pada Laporan Polisi No: LP/298/XII/2020/Sulteng/Res-Tolitoli, tanggal 02 Desember 2020.

“Penyidik Polres Tolitoli dalam Penetapan tersangka tidak cukup bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 25 No.6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana” ucap Kanit Pidum itu, Rabu (24/08/2021).

“Yang artinya perkara dimenangkan oleh termohon yaitu penyidik Sat Reskrim Polres Tolitoli” ujarnya.

Kanit Pidum menegaskan, bahwa keberhasilan tersebut juga memang telah sesuai dengan penyidikan yang dilaksanakan oleh Satreskrim Polres Tolitoli sesuai aturan.

“Kemenangan kasus praperadilan ini merupakan bukti professional Satreskrim Polres Tolitoli dalam bertindak dan sesuai aturan. Karena penyidik telah di bekali ilmu Reskrim yang mengatur segala tindakan,” tegasnya.

Kanit Pidum menambahkan, dalam perkara yang dilaporkan pihak pemohon telah dihentikan penyidikannya karena tidak cukup bukti.

Untuk diketahui, pada tanggal 2 Desember 2020, pemohon Sopiana sebagai pelapor melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman yang terjadi pada Jumat 27 November 2020. Adapun terduga terlapor yaitu Yusri Dg Mallawa.RML

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.