Satpol PP Kota Palu Libatkan 150 Personil, Jelang Nataru

oleh -
Kepala Satpol-PP Kota Palu, Trisno Yunianto. FOTO : IST

Mengawal SE Wali Kota Palu Penerapan PPKM Mulai Tanggal 24 Desember-2 Januari 2022

PALU, SULTENGNEWS.COM – Jelang perayaan natal 2021 dan tahun baru 2022, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palu melibatkan 150 personil ditambah personil dari TNI 20 orang, Polri 20 personil, Dinas Perhubungan Kota Palu 20 personil, serta 5 personil dari instansi teknis.

Kepala Satpol-PP Kota Palu Trisno Yunianto, mengatakan, dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Palu Nomor 443/2992/HKM/2021 Tentang Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di kota Palu pada saat natal 2021 dan tahun baru 2022, ada beberapa item penting yang menjadi perhatian oleh masyarakat kota Palu untuk dapat ditaati secara bersama.

Sehingga lanjut Trisno Yunianto, SE Wali Kota Palu yang mulai berlaku dari tanggal 24 Desember sampai dengan tanggal 2 Januari 2022 mendatang, perlu ditindaklanjuti dengan menyiapkan personil 150 orang serta ditambah personil dari instansi lainnya, dalam rangka mengawal penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota Palu.

“Kami sudah siapkan personil selama 10 hari sesuai SE Wali Kota Palu berlaku dari tanggal 24 Desember sampai dengan 2 Januari 2022 mendatang. Kita akan turun melakukan penertiban selama berlakunya SE Wali Kota tersebut,” sebut Trisno Yunianto kepada SultengNews.com, Selasa (21/12/2021) malam.

“Misalnya dengan melakukan pemeriksaan di tempat-tempat keramaian, bahkan kami tetap dengan melakukan razia masker, tidak ada kumpul-kumpul, kalau lewat dari pukul 10 malam kita akan himbau untuk segera ditutup,” sambung Trisno Yunianto.

Katanya menambahkan, beberapa poin penting yang termuat di dalam SE Wali Kota tersebut diantaranya, himbauan kepada masyarakat yang belum di vaksin untuk segera divaksin sebagai langkah proses capaian vaksinasi di kota Palu bisa mencapai 70 persen keatas.

Selanjutnya, kata Trisno Yunianto, dalam perayaan natal bagi yang menjalankannya di tempat-tempat ibadah, agar tetap dengan memperhatikan protocol kesehatan secara ketat.

Selain itu, jelang malam pergantian tahun baru 2022, tidak diperkenankan, dilarang menjual dan membunyikan petasan, melaksanakan pesta pawai sambil arak-arakan, serta hal-hal yang dilarang dalam surat edaran tersebut.

Kemudian masih kata Trisno Yunianto, kepada pelaku usaha untuk tetap dengan penerapan protocol kesehatan selama melakukan kegiatan usaha dengan memperhatikan batas waktu operasional sampai dengan pukul 10 malam, setiap malamnya.

“Kepada seluruh masyarakat kota Palu silahkan bagi yang belum di vaksin untuk di vaksin agar mencapai 70 persen keatas vaksinasi di kota Palu. Kedua soal perayaan natal di gereja –gereja tetap bisa dilaksanakan namun protocol kesehatan tetap dijaga. Misalnya dengan menyiapkan fasilitas cuci tangan, orang yang sakit tidak boleh ikut ibadah, ada petugas, ada pemeriksaan suhu tubuh, menggunakan aplikasi peduli lindungi, serta lainnya,” ujar Trisno.

“Yang kemudian apa dan tidak boleh dilakukan di malam tahun baru. Di larang menjual dan membunyikan petasan, di larang melakukan pesta, pawai, arak-arakan, pada saat malam tahun baru. Kemudian pada item berikutnya bagaimana pemberlakuan terhadap pelaku usaha yang penting. Pemberlakuan terhadap pelaku usaha tetap dengan melaksanakan protocol kesehatan, waktu operasional sampai dengan jam 10 malam, jumlah kapasitasnya dibatasi 75 persen,” kata dia.

Selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu, Trisno Yunianto, mengingatkan, karena Peraturan Wali Kota Palu Nomor 23 Tahun 2021 atas perubahan Peraturan Wali Kota Nomor 19 Tahun 2020 belum dicabut, maka bagi masyarakat ataupun pelaku usaha yang melanggar tetap akan mendapatkan sanksi sesuai dengan pelanggarannya.

“Jelas tetap ada sanksi karena Peraturan Wali Kota Palu Nomor 23 belum dicabut, yah jelas kami akan berikan sanksi bagi yang melanggar. Istilahnya pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat, tetapi hanya berlaku dari tanggal 24 Desember sampai dengan tanggal 2 Januari 2022 saja,” ungkapnya.

“Kepada masyarakat tetap menerapkan protocol kesehatan dan yang paling penting jika bepergian, keluar rumah, wajib menggunakan masker. Karena menggunakan masker menjadi salah satu kewajiban bagi setiap masyarakat yang beraktivitas keluar rumah,” tegas Trisno Yunianto kepada SultengNews.com.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.