Reses Muhaimin di Poso Pesisir, Warga Minta Selesaikan Berbagai Kasus HAM dan Jaminan Keamanan Bagi Petani di Wilayah Perburuan Teroris Poso

oleh -
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Muhaimin Yunus Hadi saat melakukan reses di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Kamis (17/2/20220. FOTO : IST

POSO, SULTENGNEWS.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Muhaimin Yunus Hadi melakukan reses di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Kamis (17/2/20220.

Dalam reses ini, aspirasi dan keinginan masyarakat banyak didominasi oleh sejumlah permasalahan kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang belum terselesaikan dan tidak memiliki kejelasan hukum hingga saat ini.

Turut dihadiri dalam reses ini, Kepala Desa Kilo dan sejumlah perangkat desa lainnya serta ratusan masyarakat Desa Kilo dari kalangan Petani dan Nelayan.

Meski aspirasi warga dalam reses itu banyak yang mengarah pada peningkatan perekonomian dan infrastruktur desa, namun permintaan warga Poso Pesisir Utara ini banyak didominasi pada penyelesaian dan kejelasan kasus hukum atas penembakan beberapa warga yang telah terjadi di wilayah mereka.

Warga banyak menyoroti kasus salah tembak yang notabene dilakukan oleh sejumlah aparat penegak hukum dalam operasi perburuan kelompok teroris bersenjata di Wilayah Kabupaten Poso.

Seperti diketahui kasus salah tembak masyarakat sipil di wilayah tersebut telah terjadi beberapa kali sejak tahun 2020 yakni tepatnya di Desa Kilo Dusun Sipatuo, Dusun Sipatokkong dengan menelan korban sebanyak 2 orang yakni warga atas nama Firman (17) dan Sarifuddin (34), serta 1 Orang Didesa Tambaran Kecamatan Poso Pesisir Utara atas nama Qidan Alfarisky.

Kematian Firman dan Syarifuddin menambah jumlah warga sipil yang tewas akibat konflik antara aparat dan kelompok MIT, sepanjang 2020 menjadi lima orang.

Pada April tahun yang sama, dua petani tewas dalam dua peristiwa terpisah yang diduga dilakukan oleh kelompok MIT. Salah seorang korban, Qidam Alfarizki Mofance tewas pada 9 April saat penindakan oleh Satgas Tinombala. Pihak keluarga menyebut pemuda berusia 20 tahun itu, tidak memiliki kaitan dengan kelompok teroris MIT.

Dusun Sipatuo, Desa Kilo di Kecamatan Poso Pesisir Utara sejak 2016 berada dalam wilayah pelaksanaan operasi Tinombala untuk memburu dan menangkap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Wahban warga Dusun Sipatuo mengungkapkan dengan telah terjadinya beberapa kasus penembakan warga baik dilakukan kelomlok sipil bersenjata maupun pihak aparat keamanan, menjadikan para petani yang memiliki kebun di wilayah operasi tidak lagi dapat mengolah kebunnya

“Sudah kurang lebih 3 tahun ini, kami tidak lagi menggarap kebun kami yang berada di gunung tempat wilayah operasi itu,” ungkap Wahban.

“Kami minta kepada pihak kepolisian dan pihak terkait, untuk bisa memperhatikan keadaan kami dan memberikan kami jaminan keamanan khusunya bagi para petani di wilayah kami,” harap Wahban.

Hal yang senada disampaikan warga, Abdullah yang meminta kepada penegak hukum untuk dapat menuntaskan kasus hukum atas meninggalnya warga Desa Kilo.

“Kami juga meminta pemerintah atau pihak terkait memperhatikan para keluarga korban anak dan istri mereka yang hingga kini tidak mendapatkan tunjangan dan jaminan hidup,” tegas Abdullah.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Sulteng Muhaimin Yunus Hadi, SE akan berusaha memperjuangkan aspirasi para warga itu dengan membawanya kedalam rapat paripurna bersama para anggota DPRD yang lain.

Muhaimin juga berharap kepada pihak kepolisian untuk tetap meninkatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) setiap pelaksanaan operasi maupun tindakan – tindakan persuasif lainnya.

“Saya masih menyangkan sejumlah kasus tewasnya warga itu diantaranya karena akibat tindakan aparat kepolisian senidiri, sehingga saya meminta  kepada kepolisian khusunya Polda Sulawesi Tengah untuk lebih meningkatkan kualitas standar operasional prosedur (SOP), mengingat beberapa kasus lain misalnya penembakan di Parimo disebabkan adanya kesalahan SOP dalam penganan massa,” tandas Mimin sapaan akrabnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.