Ratusan Tenaga Medis RS Raja Tombolotutu Mogok Kerja

oleh -
Inilah RSUD Raja Tombolotutu yang terletak di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Sebanyak 111 orang tenaga medis Rumah Sakit Raja Tombolotutu melakukan mogok kerja.

Hal itu mereka sampaikan dalam surat terbuka yang dilayangkan sejak 5 Juni 2020 oleh tenaga pengabdi, honorer dan kontrak yang bekerja di RS Raja Tombolotutu.

Dalam surat terbuka itu, para tenaga medis membeberkan lima tuntutan mereka yakni pembayarat jasa media meliputi BPJS Tahun 2016 Oktober – Desember, Tahun 2017 Mei – Desember, Tahun 2018 April – Desember, Tahun 2019 Januari – Desember dan 2020 Januari sampai sekarang.

Selanjutnya, Jampersal Tahun 2019 Januari, Februari, Juni, Juli dan Agustus. Komitmen RSUD Raja Tombolotutu terkait kesanggupan membayar gaji honorer dan tenaga kontrak bulan Juli – Desember 2020.

Meminta stop PHK terhadap tenaga honorer dan kontrak di RSUD Raja Tombolotutu, serta tidak setuju gaji bela negara dibebankan kepada tenaga honorer RSUD Raja

Poin terakhir meminta Direktur RSUD Raja Tombolotutu untuk mundur dari jabatannya, jika tidak bisa memenuhi semua tuntutan para tenaga medis itu.

Tuntutan para tenaga medis melalui surat terbuka itu, dibenarkan oleh salah seorang tenaga medis RS Raja Tombolotutu yang tidak ingin disebutkan namanya. Dia mengatakan, mogok kerja akan dilakukan sampai pada tuntutan dipenuhi oleh pihak RS Raja Tombolotutu.

“Sebenarnya bukan hanya 111 orang, tapi lebih dari itu. Hanya saja, ada yang jauh belum sempat ketemu, tapi mereka juga sudah ikut serta dalam aksi ini,” kata tenga media itu saat di konfirmasi melalui telepon kepada sultengnews.com, Jum’at (05/06/2020).

Dikatakannya, Surat baru mereka masukan hari ini (5/6//2020), begitu pun dengan aksi mulai dilaksanakan sejak tadi.

“Dari pihak manajemen RS Raja Tombolotutu sudah menerima surat yang dilayangkan, untuk saat ini yang masuk kerja mereka yang PNS,”ujarnya.

Ia juga menyampaikan, dihari yang bersamaan dilayangkannya juga surat dari pihak manajemen rumah sakit tentang mogok terkait ketenagakerjaan.

“Jadi surat itu, merupakan balasan dari surat yang dilayangkan kepada manajemen RS Raja Tombolotutu,” ucapnya.

“Surat tersebut, mengajak kami untuk rapat melakukan mediasi antara kami yang mogok dan manajamen RS Raja Tombolotutu,” tutup dia.

Direktur RS Raja Tombolotutu saat di coba untuk dikonfirmasi, belum memberikan keterangan terkait hal ini. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *