Ratusan Guru di Tolitoli Tuntut Tunggakan Sertifikasi Tahun Lalu

oleh -

Keterangan Foto :

Ratusan Guru SD dan SMP Kabupaten Tolitoli melakukan aksi demo ke Kantor DPRD kabupaten Tolitoli.FOTO :  Prana Jaya.

TOLITOLI ,SULTENG NEWS. com – Setidaknya ratusan Guru SD dan SMP di Kabupaten Tolitoli kembali melakukan aksi demo ke Kantor DPRD kabupaten Tolitoli. Mereka menuntut tunjangan sertifikasi yang tertunggak, belum dibayarkan enam bulan lamanya pada tahun 2017.

Bahkan dalam tutuntannya para guru tersebut mengancam akan melakukan boikot pelaksanaan Ujian Sekolah jika tunjangan sertifikasi yang menjadi hak mereka tidak dibayarkan pada bulan ini.

“Kami semua guru di Tolitoli akan memboikot Ujian Sekolah yang dilaksanakan tahun ini, kalau tunjangan sertifikasi tahun lalu tidak cepat dibayar,” ungkap, Suparman, salah seorang guru SD yang turut berunjuk rasa di kantor DPRD Tolitoli, Rabu (13/3/2018).

Para guru yang mengatas namakan dirinya dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Tolitoli itu mengaku belum menerima tunjangan sertifikasi dua TW yaitu TW tiga dan empat pada tahun 2017, sehingga terpaksa melaksanakan aksi tuntutan protes ke kantor DPRD Tolitoli.

Pada aksi demo tersebut, alhasil mereka akhirnya diterima pihak ketua komisi A DPRD, Jonly Uirianto, hadir pula  diantaranya Kepala Bidang (Kabid) Guru Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Harton Y Daud, Kabid Keuangan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Iskandar S,sos.

Dalam kesempatan di DPRD, Kabid Keuangan, Iskandar menjelaskan keterlambatan pembayaran sertifikasi guru lebih disebabkan karena tidak tersedianya keuangan yang bersumber dari pusat.

“Dana yang tersedia sekarang baru Rp 2 Miliar, sementara untuk membayar sertifikasi butuh Rp 6 Miliar,” ungkap Iskandar.

Lanjut Iskandar, dana Rp 2 Miliar yang diperuntukkan membayar tunjangan sertifikasi tersebut kini masih tersimpan di rekening tertentu yang tidak diperbolehkan untuk penggunaan lain.

“Dalam Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dana Sertifikasi guru tidak diperbolehkan disimpan di rekening lain, karena untuk sertifikasi,” katanya.

Ia berjanji akan mempercepat membayarkan tunjangan sertifikasi guru di Tolitoli, itupun jika dalam waktu dekat pihak Badan Keuangan memperoleh dana transfer dari kementrian terkait.

“Kalau sudah bertambah menjadi sekira Rp 6 Miliar Silpa itu, maka sertifikasi guru akan dibayar cepat. Kami di BKAD tidak berani gunakan dana itu ke tempat lain karena melanggar Juklak,” janjinya.PRN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *