RAPBD Sulteng Tahun 2020 Sebesar Rp4,2 Triliun

oleh -

Suasana rapat komisi IV DPRD Sulteng bersama mitra kerjanya di ruang sidang utama beberapa waktu lalu. FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 sebesar Rp 4.267.855.622.259 dari RAPBD yang diajukan sebelumnya sebesar Rp2.813.063.646.741 untuk dibahas ditingkan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulteng.




TAPD Pemrov Sulteng yang diwakili asisten administrasi, Mulyono saat rapat bersama Banggar menjelaskan, besaran RAPBD tahun 2020 itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1.041.466.602.816 dari sebelumnya Rp979.039.269.041 atau naik Rp62.427.333.775 yang terdiri dari pajak daerah sebesar Rp850.200.000.000 dan retribusi daerah Rp11.381.529.000.

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp16.965.608.967, pendapatan lain – lain daerah yang sah sebesar Rp162.919.464.849. Sementara dana perimbangan bertambah menjadi Rp3.184.416. 038.500 dari sebelumnya yang dianggarkan dalam RAPBD awal Rp1.832.142.965.200 atau naik sebesar Rp1.352.279.073.300 yang terdiri dari dana bagi hasil pajak atau bukan pajak sebesar Rp122.615.151.500, dana alokasi umum sebesar Rp1.662.156.644.000, Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1.399.644.243.000.

Sementara lain – lain pendapatan yang sah bertambah menjadi Rp41.972.980.943.000 dari sebelumnya yang diangarkan dalam RAPBD awal tahun 2020 sebesar Rp1.881.412.500 atau naik sebesar Rp40.091.568.443 yang terdiri dari hibah dari IPDMIB Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program sebesar Rp13.970.739.443, retsi sebesar Rp2.456.212.000, Jasa Raharja sebesar Rp1.116.000.000. Pendapatan lainnya atau DID sebesar Rp23.616.617.000




Sedangkan untuk item belanja daerah, Mulyono menyampaikan terjadi kenaikan sebesar Rp4.594.376.457.259 dari sebelumnya yang diangarkan sebesar Rp2.801.792.189.336 dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp2.959.541.352.498 dari sebelumnya yang dianggaran dalam RAPBD tahun 2020 awal sebesar Rp1.813.410.000.000 atau naik sebesar Rp1.146.131.352.498 yang terdiri dari belanja pegawai Rp1.362.119.721.309.

Belanja hibah sebesar Rp 1.165.768.152.000. Bagi hasil kepada kabupaten/kota sebesar RpRp408.700.000.000.
Bantuan keuangan kepada kepada kabupaten/kota sebesar Rp16.953.479.188. Belanja tak terduga sebesar Rp5.000.000.000. Belanja langsung bertambah sebesarRp1.634.835.104.761 dari sebelumnya yang dianggarkan dalam RAPBD tahun 2020 awal sebesar Rp988.382.189.336 atau naik sebesar Rp644.452.915.425.

“Adanya kenaikan belanja langsung ini disebabkan oleh konsekuensi dari penerimaan dana alokasi khusus yang telah dialokasikan pada belanja langsung. Belanja hibah yang bersumber dari IPDMIP dan ritsi serta telah dialokasikan silpa 2019 yang bersifat elneking atau berhadapan,” jelas Mulyono.

Selanjutnya untuk penerimaan daerah menjadi Rp326.520.835.000 dari sebelumnya dianggarkan sebesar Rp55.428.542.595 atau naik sebesar Rp271.092.292.405.

“Kenaikan ini sebagian bersifat elpaking atau berhadapan seperti silpa, dana BOS afermasi dan dana BOS kinerja tahun 2019. Silpa yang bersumber dari klaim asuransi yang diperuntukan untuk perbaikan gedung kantor pemerintah daerah serta kenaikan silpa yang diproyeksikan untuk menutupi devisit penerimaan dana bagi hasil pusat,” jelasnya.

Untuk pengeluaran daerah berupa penyertaan modal pada penyesuaian RAPBD tahun 2020 ini ditunda sebesar Rp66.700.000.000 untuk menutupi devisit pelaksanaan Pilkada yang diperuntukan kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri.




Setelah mendengarkan pemaparan Asisten Administrasi Setdap Prov Sulteng Mulyono, sejumlah anggota Banggar meminta data – data pembanding serta rincian pos – pos pendapatan dan belaja dalam RAPBD tahun 2020.

Ketua DPRD Sulteng, Hj. Nilam Sari Lawira yang memimpin rapat Banggar itu lalu meminta persetujuan anggota Banggar untuk menunda pembahasan RAPBD hingga Kamis hari ini (21/11/2019) serta meminta TAPD Pemprov Sulteng untuk menyiapkan semua dokumen yang diminta anggota Banggar. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *