PW HPA Sulteng Komitmen Galang Kekuatan Lawan Radikalisme

oleh -
Suasana Diskusi Virtual yang dilaksanakan Himpunan Pemuda Alkhairaat Sulteng. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pengurus Wilayah (PW) Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) Sulawesi Tengah (Sulteng) berkomitmen akan menggalang kekuatan melawan radikalisme.

Hal itu disampaikan Aktivis Sulteng yang juga Ketua Pengurus Wilayah HPA Sulteng, Dedi Irawan dalam dialog kebangsaan virtual dengan mengusung tema Penguatan Kerjasama Ormas Islam Dalam Menangkal Paham Radikal dimasa Pademi Covid-19 di Kota Palu, Sabtu (26/09/2020).

Adapun narasumber dalam dialog kebangsaan virtual tersebut diantaranya Guru Besar IAIN Palu yang juga Ketua FKUB Provinsi Sulteng, Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Ag, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sulteng, Dr. Muh. Nur Sangaji, D.EA, dan Aktivis Sulteng yang juga Ketua Pengurus Wilayah HPA Sulteng, Dedi Irawan. Kegiatan itu dipandu langsung moderator wartawan Senior MAL yang juga Dosen Unisa Ridwan Laki, M.Si.

Dalam dialog bangsaan virtual tersebut, dihadiri Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kota Palu, dari 19 OKP, mahasiswa dan pemuda dari beragam latar belakang oraganisasi, secara keselurahan peserta yang hadir secara virtual sekira 54 orang.

Meskipun dalam kepesertaan yang terbatas, dialog berjalan dengan baik, antusias peserta mengajukan pertayaan kepada narasumber membuat susana dialog berlangsung dengan hikmat.

“OKP se-Kota Palu perlu membangun komitmen dan kesepahaman bersama dalam upaya melawan gerakan radikalisme di wilayah sulteng, harapannya wilayah ini bersih dari individu atau kelompok penyebar paham atau gerakan radikal, secara sempit dan dangkal dengan mengatas namakan agama tetapi justru melawan dan melanggar asas law inforcment yang menjadi tujuan NKRI,”ujar Dedi Irawan.

Pada kesempatan dialog itu, Prof Zainal Abidin selaku narasumber mengemukakan gagasannya bahwa berprilaku radikal bukanlah ajaran agama, dan tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun di dunia ini.

Selain itu Dr. Muh. Nur Sangaji mengungkapkan, radikalisme adalah criminal justice siytem, kelompok ini jika dibiarkan dapat dipastikan merusak tatanan sosial, kenegaraan dan kebangsaan.

Disamping dialog kebangsaan virtual, PW HPA Sulteng juga menggalang tandatangan ikrar OKP se-Kota Palu untuk menolak dan melawan radikalisme yang bertujuan membangun komitmen dan kesadaran koleltif melawan radialisme, menjelang perhelatan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota dimasa pandemi covid-19.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *