PTM Terbatas Harus Seleksif, Ketua Komisi IV : Guru dan Peserta Didik Tidak Boleh Dari Daerah PPKM Level 4

oleh -
Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Alimuddin Paada. FOTO IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura telah menyarankan sejumlah daerah PPKM level 1-3 untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Sulteng Nomor 420/179/Satgas Covid-19 pertanggal 27 Agustus 2021 perihal pelaksanaan Pembelajaran Sekolah Tatap Muka untuk kategori PPKM Level 1-3.

Adapun beberapa daerah PPKM level 1-3 di Sulteng yaitu Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, Tojo Una-una, Buol, Banggai Laut, Tolitoli, Sigi, Morowali, Morowali Utara, Banggai Kepulauan. Sementara daerah PPKM level 4 yakni Kabupaten Poso, Banggai dan Kota Palu.

Sekaitan dengan PTM di daerah PPKM level 1-3, Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Alimuddin Paada merasa setuju dengan pemberlakuan PTM tersebut, namun harus diperhatikan juga resikonya kedepan.

“Persoalannya kita tidak tahu apakah Covid-19 tidak akan naik lagi, jadi perlu diperhatikan juga soal resiko,”ujar Alimuddin Paada saat dihubungi sultengnews.com, Rabu (1/8/2021).

Alimuddin menilai, meskipun intruksi PTM berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dari 4  Menteri. Namun, harus juga diberikan intruksi kepada Kepala Daerah di Kabupaten dan Kota, sehingga PTM harus mendapatkan izin juga dari orang tua peserta didik. Tak kalah penting, kata dia, sarana prasarana protokol kesehatan dapat terpenuhi di sekolah yang akan melakukan PTM.

“Apakah protokol kesehatan di lingkungan sekolah telah dilengkapi, seperti tempat cuci tangan, sabun dan masker sudah disiapkan semua. Karena tidak ada yang tahu corona bagaimana nantinya ini,”ucapnya.

“Makanan pun demikian, apakah dibawah dari rumah atau disediakan pihak sekolah atau kantin-kantin di sekolah,”lanjut Alimuddin.

Bahkan Alimuddin menyebut, dalam pelaksanaan PTM harus selektif. Para guru dan murid harus dilakukan pencatatan riwayat perjalanan untuk mengetahui sepekan terakhir dari dan kemana saja dia.

“Jangan-jangan ada guru-guru atau anak murid dari daerah level 4. Apakah mereka dilarang dulu atau bagaimana. Harus ada catatan riwayat perjalanan darimana dan darimana saja, apakah mereka ini dilarang dulu atau seperti apa nantinya,”sebutnya.

“Misalnya yang dari Palu sekolah di Sigi, atau mungkin baru saja pulang dari daerah level 4,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.