Proyek Tambatan Perahu di Pesisir Teluk Palu, Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi dan Gambar

oleh -
Anggota DPRD Sulteng, Yahdi Basma saat melakukan peninjauan proyek tambatan perahu di Kampung Nelayan, Senin (14/2/2022). FOTO : IST

PALU,SULTENGNEWS.COM – Proyek tambatan perahu di pesisir Teluk Palu yang merupakan bagian dari proyek pembangunan tanggul sepanjang 7,5 Kilo Meter dengan nilai proyek sebesar Rp314 Miliar dinilai tak sesuai spesifikasi dan gambar.

Hal itu dikemukakan Anggota DPRD Sulteng, Yahdi Basma saat melakukan peninjauan langsung proyek tambatan perahu di Kampung Nelayan pada Senin (14/2/2022).

Yahdi Basma meninjau lokasi proyek tambatan perahu itu, didampingi para Nelayan Teluk Palu.

Inilah proyek tambatan perahu di Kampung Nelayan yang dinilai tak sesuai spesifikasi. FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

Dari empat titik proyek yang ditinjau Yahdi Basma, ada satu titik yang menurutnya janggal yakni titik ke-4 di Kampung Nelayan.

“Khusus titik ke-4 yakni di Kampung Nelayan (masih Kelurahan Talise) saya duga tidak sesuai spek dan gambar,” ujar Yahdi Basma.

Menurut politisi Partai NasDem ini, proyek tambatan perahu ini inklud dalam kontrak PT. Adhi Karya sejumlah Rp314 Miliar.

Yahdi minilai tambatan perahu di Kampung Nelayan, modelnya penimbunan atau reklamasi tidak seperti tiga titik sebelumnya. Akibatnya, ruang untuk tambatan perahu mejadi sempit.

Dia berharap, hasil temuannya itu bisa menjadi perhatian serius dari pelaksana proyek tambatan perahu itu.

Untuk diketahui, nilai proyek pembuatan tambatan perahu itu sebesar Rp15 Miliar untuk setiap satu tambatan perahu.

Inilah proyek tambatan perahu yang terletak di Kelurahan Talise tepatnya di Pegaraman Talise. FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

Kritikan yang sama juga disampaikan Anggota DPRD Sulteng lainnya, Muhaimin Yunus Hadi.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, proyek ini memiliki potensi besar terjadinya korupsi karena nilai untuk satu tambatan perahu sangat fantastic yakni Rp15 Miliar per satu paket tambatan perahu.

“Parah itu proyek, so boleh dievaluasi ditindak lanjuti dihadapan pengadilan,” tandas Muhaimin. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.