Proyek Rp19,3 Miliar di Dispora Sulteng Diperpanjang Hingga Dua Kali

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Proyek pembangunan kolam renang di lokasi Eks STQ di Bukit Jabal Nur, hingga kini tak kunjung selesai dibangun. Padahal sesuai kontraknya, proyek yang menelan anggaran hingga Rp19,3 Miliar itu seharusnya sudah seleai pada tanggal 15 Desember 2019.

Namun pada kenyataannya, proyek yang dikerjakan PT Mandava Putra Utama dengan kontrak dimulai sejak tanggal 11 Juli dan seharusnya berakhir tanggal 15 Desember 2019, hingga kini tak kunjung selesai.




Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulteng yang menjadi leading sektor proyek itu, bahkan telah memberikan dua kali tambahan waktu bagi PT Mandava untuk menyelesaikan proyek itu. Kesempatan pertama diberikan dari tanggal 15 Desember 2019 hingga tanggal 16 Januari 2029.

Namun hingga batas perpanjangan pertama belum juga sekesai, sehingga PT Mandava kembali diberikan kesempatan hingga 53 hari kedepan terhitung sejak tanggal 16 Januari 2020.

Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Dr Alimudin Paada saat melakukan inpeksi mendadak (Sidak) bersama sejumlah anggota DPRD Sulteng di lokasi pembangunan kolam renang menegaskan, jika pada kesempatan perpanjangan kedua ini proyek belum juga rampung, maka DPRD Sulteng akan meminta Dispora Sulteng untuk menghentikan proyek itu.




“Aturannya kan begitu. Saya pikir secera teknis untuk menyelesaikan dalam waktu 50 hari itu agak berat, tapi kita lihat saja, ini hanya masalah kinerja di lapangan saja,” ucapnya.

Alimuddin menuturkan, sesuai dengan informasi di lapangan melalui sidak yang telah dilakukan Komisi IV menyebutkan, pencarian dananya sudah mencapai 46 persen dan progres pekerjaannya baru 56 persen.

“Saat ini, dana pekerjaan sudah di stop. Tentu saja, dana pribadi perusahaan yang dipakai dalam pekerjaan,” tutur Alimuddin.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, Komisi IV DPRD Sulteng sudah mengundang dari beberapa unsur terkait khususnya dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk membahas permasalahan pembangunan kolam renang tersebut.

“Sudah dalam perencanaan kami di Komisi IV, menindaklanjuti persoalan pembangunan kolam renang. Kami akan mengundang lagi dari pihak perusahaan tinggal melihat waktu,” tandasnya.




Sebelumnya, pada 21 Januari 2020 sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulteng, dalam hal ini Komisi IV yakni Ketua Fraksi NasDem Ibrahim A.Hafid, Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Slamet, Fraksi Demokrat Hidayat Pakamundi, politisi PPP Fairuz Husen Maskati dan Fraksi PKB Rahmawati, telah melakukan sidak pekerjaan kolam dan menemui langsung projek Manager PT Mandava Putra Utama.

Manager Proyek PT Mandava, Rahman dihadapan sejumlah Anggota DPRD Sulteng menyampaikan bahwa alasan terjadinya keterlambatan, karena adanya perubahan desain sehingga mengalami keterlambatan teknis. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *