Produk IKM Sulteng Mulai Diminati Negara Luar

oleh -
Komisaris Utama KEK Palu, Iwan Yunus. FOTO : MOH. NURFIANSYAH/SN

PALU,SULTENGNEWS.COM – Industri Kecil Menengah (IKM) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), kini mulai berkembang dengan beberapa produknya dan mempunyai market di luar Negeri. Salah satu produk IKM yang diminati oleh Negara luar yaitu produk olahan rotan.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi dan Pembangunan Provinsi Sulteng, Bunga Elim Somba kepada sejumlah media usai membuka acara Handicraft Expo 2020 yang berlangsung di Palu Gran Mall (PGM) belum lama ini.

“Untuk produk IKM mulai dimintai oleh beberapa negara luar seperti Jepang, Argentina, German dan beberapa Negara Eropa lainnya,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu siap membantu dalam ekspor untuk produk IKM Sulteng.

“Alhamdulilah KEK Palu turut andil dalam ekspor untuk produk-produk IKM Sulteng, jika produk IKM sudah masuk dalam KEK akan lebih mudah, dikarenakan KEK ini merupakan Program Strategis Nasional (PSN),” jelasnya.

Pada Kesempatan yang sama Komisaris Utama KEK Palu, Iwan Yunus mengungkapkan bahwa 72 persen rotan dunia ada di Indonesia dan 56 persen berasal dari Provinsi Sulteng. Namun dia sangat menyayangkan ekspor stik polo yang berasal dari bahan baku rotan tohiti khas Sulteng sedikit mengalami kendala, dikarenakan Pemerintah pusat belum mengeluarkan Hormonized System (HS) untuk legalitas ekspor memenuhi permintaan dari luar Negeri.

“72 persen rotan dunia ada di Indonesia dan 56 persen rotan Indonesia berada di Sulteng. Namun kita (KEK Palu) menyayangkan kebijakan pemerintah pusat yang belum mengeluarkan Hormonized System (HS) untuk ekspor stik polo yang berasal dari bahan baku rotan tohiti khas Sulteng,” kata Komisaris Utama KEK Palu itu.

Ia berharap agar IKM Lokal memanfaatkan keberadaan KEK untuk mengembangkan produk hingga ke manca negara, karena menurutnya selama ini IKM kurang memanfaatkan keberadaan KEK Palu. Padahal KEK merupakan Program Strategis Nasional (PSN) yang notabenenya disediakan untuk membantu pemasaran produk-produk lokal.

“Sebenarnya ini kesempatan bagi IKM untuk membangun ekonomi, karena kita mempunyai kemudahan Fiskal. Cuma kelemahannya Kota Palu ini, tidak banyak disukai oleh pengusaha lokal. MAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *