Polres Palu Amankan 12 Warga Diduga Halangi Pembangunan Huntap

oleh -

Kapolsek Palu Timur, AKP Laata saat memperlihatkan senjata tajam berapa parang yang diamankan dari warga yang menghalangi pembangunan Huntap. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Jajaran Polres Palu dibantu personil Polsek Palu Timur, mengamankan 12 warga yang diduga menghalang – halangi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) ke 3 di lokasi Bukit STQ Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.




Sejumlah warga memprotes pembangunan Huntap itu dengan aksi menghalang – halangi proses pembangunan. Beberapa diantaranya datang ke lokasi pembangunan dengan membawa senjata tajam jenis parang, Jumat (21/02/20) sekitar pukul 10.50 WITA.

Warga yang diduga menghalang – halangi pembangunan Huntap 3 di Lokasi Bukit STQ saat digiring ke mobil untuk selanjutnya dibawa ke Polres Palu. FOTO : IST

Aksi tersebut segera ditangani oleh aparat kepolisian resor palu ( Polres Palu) dibantu personil Polsek Palu Timur dengan mengamankan 12 warga yang diduga melakukan aksi anarkis, termasuk dua orang yang membawa senjata tajam inisial SA (65) warga Jalan Tombolotutu, tepatnya depan Alfamidi Kelurahan Talise Valanggungi, serta insial DE (65) warga Lorong Sitompu Jalan Suprapto.

“Polisi mengamankan 12 warga dari Kelurahan Talise dan Kelurahan Talise Valangguni yang melakukan penghalangan pembangunan di lokasi huntap 3, dua di antaranya membawa parang ” kata Kapolres Palu AKBP H.Moch Sholeh,SIK.SH.MH melalui Kapolsek Palu Timur AKP Laata, Jumat (21/02/20).




Selanjutnya, 12 warga yang diamankan oleh Polisi di lokasi pembangunan huntap 3 tersebut dibawa ke Mapolres Palu menggunakan truk Shabara Polres Palu sekitar pukul 11. 20 WITA, yang dipimpin Kasat Sabhara Polres Palu AKP Widodo Sugiarto,S.Sos.Msi

“Kepada masyarakat yang membawa senjata tajam tanpa alasan yang jelas, akan diproses secara hukum yang berlaku,” tegas Kapolres. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *