Polda Sulteng Ungkap Pembobolan ATM Yang Dilakukan Karyawan PT. SSI

oleh -
Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal, saat menunjukkan barang bukti pembobolan ATM. MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTEGEWS.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tegah (Sulteng), mengungkap pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dilakukan karyawan PT Swadarma Sarana Informatika (PT. SSI) yang merupakan pengelola ATM di wilayah Kota Palu.

Kejadian pembobolan ATM bank BRI, terjadi pada Sabtu (18/7/2020). Pelaku berhasil membawa lari uang Rp102 juta dengan cara membuka dengan kunci tombak dan kunci biasa pada ATM yang diketahui pelaku di lokasi penyimpanan kunci brangkas.

“Terkait dengan pembobolan ATM BRI, pelakunya itu adalah mantan karyawan dari PT SSI,” papar Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal saat konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Polda Sulteng, Selasa (28/07/2020).

Kapolda yang didampingi Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, Dirreskrimsus Kombes Pol. Eko Sulistiyo Basuki dan Dirreskrimum Kombes Pol. Novia Jaya menerangkan, pelaku beriisial W (23 thn) dan F (18 thn) ditangkap di rumah masing-masing di Kelurahan Baru Kecamatan Palu Barat tanpa ada perlawanan.
Disampaikan, pelaku mengambil uang sebanyak Rp102 juta. Yang menjadi pertanyaan pihaknya, semudah itu karyawan PT SSI mendapatkan kunci brankas.

Menurutnya, ada sistem yang tidak baik dalam pengamanan ATM itu sendiri, sehigga dikhawatirka juga terjadi di ATM yang lain.

“Penyidik akan memanggil dari PT SSI dan perbankan untuk mencari tahu kelemahan-kelemahan pengamanan di ATM,”ujarnya.

“Saya kira itu harus diperbaiki. Jika tidak, akan terjadi secara berulang. Nanti penyidik akan mendalami kasus tersebut degan memeriksa karyawan – karyawan di PT SSI dan juga perbankan,”lanjut Kapolda.

Olehnya kata Kapolda, pengungkapan dilakukan secara cepat, sehingga uang yang diambil dari ATM tidak sempat dipakai dengan nilai Rp102 juta dengan masing-masing dari 2 pelaku mendapat pembagian sebesar 60 juta dan 42 juta.

“Tapi yang saya ingin katakan, betapa pengamanan di ATM kita itu tidak baik,” tegas orang nomor satu di Poda Sulteng itu.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku saat ini ditahan di Polda Sulteng dan dijerat tindak pidana pencurian sebagaimana pasal 363 KUHP subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *