PKS Sulteng Usulkan Tiga Nama Bakal Calon Presiden

oleh -

Keterangan Foto :

Ketua DPW PKS Sulteng, Zainudin Tambuala, Lc bersama Sekreatris DPW PKS Sulteng, Rusman Ramli, ST saat menyampaikan konfrensi pers terkait pengusulan tiga nama bakal Calon Presiden yang akan diperjuangkan di rapat Dewan Syuro di Jakarta pada 13 – 14 Januari 2018. FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kedailan Sejahtera (DPW – PKS) Sulteng, mengajukan tiga nama Calon Presiden yang akan diperjuangkan dalam rapat Dewan Syuro di Jakarta pada 13 – 14 Januari 2018 ini.

Ketua DPW PKS Sulteng, Zainudin Tambuala, Lc dalam konfrensi pers di bro cafe mengatakan, ketiga nama yang berhasil terjaring dari PKS Sulteng yakni Dr. Salim Saggaf Aljufri (Ketua Majelis Syuro PKS saat ini), Anis Matta (Mantan Presiden PKS) dan Ahmad Haryawan (Gubernur Jawa Barat saat ini).

“Ketiga nama itulah yang akan kami usulkan dan perjuangkan pada musyawarah Dewan Syuro, besok 13 – 14 Januari 2018 di Jakarta,” ujar Zainudin Tambuala, Lc di depan sejumlah wartawan, Jumat (12/1/2018).

Dikatakan, panjaringan nama calon presiden yang akan diusung pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, dilakukan PKS di 34 Provinsi di Indonesia. Masing – masing DPW di daerah, mengusulkan tiga nama yang akan diajukan dalam rapat Dewan Syuro. Dalam rapat Dewan Syuro itulah akan dipilih satu orang yang nantinya akan ditetapkan sebagai Calon Presiden (Capres) dari PKS.

“Kita belum tahu siapa dari tiga nama dari masing – masing daerah yang akan diputuskan sebagai Capres dari PKS. Yang jelas, siapapun yang diputuskan dalam rapat Dewan Syuro, sudah menjadi tanggungjawab PKS untuk memenangkannya,” ujar Anggota DPRD Sulteng ini.

Meski demikian, PKS kata Zainudin Tambuala, juga tidak menutup mata terkait politik yang selalu dinamis. Jika memang hasil survei, Capres dari PKS tidak memungkinkan untuk bisa diusung pada Pilpres 2019, maka PKS juga akan membuka diri untuk Capres dari luar PKS. Yang pasti kata Zainudin, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), tidak ada parpol yang bisa mengusung sendiri Capresnya kecuali berkoalisi.

“Pada ruang inilah, partai – partai harus berkoalisi untuk bisa mengusung pasangan Capres dan Cawapres untuk diusung pada Pilpres 2019,” ujarnya.

Apalagi, lanjut alumnus Al-Azhar Kairo ini, pada Pemilu 2019 akan dilakukan serentak yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg). Tentu saja, hal ini akan membuat partai – partai berhitung secara matang untuk bisa mengangkat masing – masing partai dengan Capres dan Cawapres yang diusung.

“PKS tidak akan menutup diri dengan adanya Capres di luar PKS yang memang elektabilitasnya tinggi. Sekali lagi saya sampaikan, bahwa politik itu selalu dinamis,” katanya.

Zainudin Tambuala juga mengakui, PKS juga sempat melirik sosok Jenderal Gatot Nurmantyo. Namun karena Pemilu Raya (Pemira) memang untuk internal PKS dulu, maka nama – nama yang muncul dari internal PKS. Meski demikian, jika waktunya sudah tiba dan ternyata ada nama diluar PKS yang lebih tinggi elektabilitasnya, maka PKS juga tidak akan menutup diri.

“Kita belum tahu seperti apa situasi dan peta politik nasional nanti. Yang jelas, PKS akan membuka ruang untuk berkoalisi dengan partai lain untuk mengusng pasangan Capres dan Cawapres,” tutupnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *