Pilkada Tetap Dilanjut di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -
Ketua KPU Sulteng Tanwir Lamaming, Ketua Bawaslu Sulteng Ruslan Husen saat memaparkan materi dalam dialog PIM. FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming menyampaikan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 akan tetap dilaksanakan ditengah pandemi covid – 19.

Hal itu disampaikan Tanwir Lamaming saat menjadi narasumber pada dialog yang dilaksanakan Perhimpunan Indonesia Memilih (PIM) di Cafe Tungku, Jumat (02/10/2020).

Dialog itu mengusung tema “Pilkada di masa covid-19, tunda atau lanjutkan” juga menghadirkan narasumber ketua Bawaslu Sulteng Ruslan Husen, Dewan Pakar Alkhairaat Dr.Lukman Tahir dan Kepala UPT P2KT Sulteng, Alfina A.Deu.

Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming menerangkan, KPU merupakan lembaga bersifat hirarki terstruktur mulai dari KPU RI, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota sudah melaksanakan apa yang di perintahkan.

“Ini bukan hal baru adanya pro dan kontra terkait apakah Pilkada dilanjutkan atau ditunda. Saya kira kemarin kita sudah menunda dari pemilihan di September menjadi pada bulan Desember,”terangnya.

“Memang kemarin issu ini semakin menguat, apalagi ada dari Komnas HAM, PB NU, Muhammadiyah bahkan dari berbagai perkumpulan yang mengusulkan supaya pemilihan ini ditunda karena pandemi covid-19 semakin meningkat,”tambahnya.

Dikatakan, terkait penundaan atau dilanjutkannta pemilihan itu sudah terselesaikan dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) dari Pemerintah Pusat dan penyelenggara yang kemudian memutuskan bahwa tetap dilaksanakan pemilihan serentak pada 9 Desember 2020.

“Berarti kami wajib harus mengikuti apa yang sudah disepakati dan kami juga siap melaksanakan ini dengan penerapan protokol covid-19 yang ketat,”ungkapnya.

“Pelaksanaan tahapan pemilihan ini dilaksanakan dengan penerapan protokol covid-19. Olehnya itu, kami sebagai penyelenggara yakni KPU tidak main-main dengan hal ini dibuktikan dengan berbagai perubahan PKPU, demi melakukan adaptasi terhadap penerapan protokol covid-19,”lanjut Tanwir.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen menegaskan, pemilihan kepala daerah di masa covid-19 dilanjutkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Jadi bukan hanya prinsip luber dan jurdil, tapi juga prinsip keselamatan untuk semua. Jadi ini yang menjadi ciri khas penyelenggara Pilkada tahun 2020,”tegasnya.

Ruslan menjelaskan, tentunya di masa kampanye kedepan sampai selesainya seluruh tahapan pemilihan kepala daerah, salah satu objek pengawasan dari pengawas pemilihan adalah peraturan yang mengatur penyelenggaraan tahapan dengan penerapan protokol kesehatan.

Dia menyatakan, karena salah satu kewenangan pengawas itu adalah menangani pelanggaran administrasi, terkait dengan tata cara, prosedur dan mekanisme.

“Rujukannya adalah peraturan perundang-undangan, sehingga itulah yang menjadi dasar penerapan protokol kesehatan bagi penyelenggara dan peserta pemilihan, itu menjadi objek pengawasan dari pengawas pemilihan,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *