PGRI Sampaikan Rekomendasi ke Pemerintah Pusat

oleh -
Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini. FOTO : IST

Terkait Pelaksanaan Penerimaan Guru Honorer P3K dan Nasib Guru Honorer PAUD

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dari hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ada di seluruh provinsi, kabupaten dan kota, 5 Februari 2022 lalu, telah menyepakati secara bersama serta menyertakan rekomendasi kepada pemerintah pusat terkait dengan sisi kekurangan dalam pelaksanaan rekrutmen, penempatan guru honorer P3K dan nasib guru honorer PAU yang tidak diakomdir dalam penerimaan sebagai ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K)

Ketua PGRI Sulteng Syam Zaini, mengatakan, meskipun hingga sampai saat ini belum ada jawaban dari pemerintah pusat terhadap rekomendasi yang disampaikan oleh keputusan bersama dari pengurus PGRI se-Indonesia, terkait dengan perlu adanya perbaikan-perbaikan dalam penerimaan guru honorer sebagai ASN P3K, namun yang terpenting bahwa pengurus PGRI se-Indonesia pada tanggal 5 Februari telah menyatakan sikap serta rekomendasi yang telah ditujukan kepada pemerintah pusat.

Ada beberapa poin yang menjadi rekomendasi dari seluruh pengurus PGRI se-Indonesia, diantaranya yakni meminta kepada pemerintah RI pusat agar rekrutmen P3K guru itu dilaksanakan dengan lebih baik lagi.

“Selain itu, kepada teman-teman yang sudah lulus ASN P3K dan  ditempatkan di sekolah-sekolah yang bukan sekolah asalnya dan kebetulan sudah meninggalkan sekolahnya, itu di mohon kepada pemerintah agar bisa mengembalikan kembali kepada sekolah asalnya,” kata Syam Zaini kepada SultengNews.com, Senin (14/2/2022).

“Karena kalau tidak bisa lebih berbahaya lagi. Misalnya, katakan sekolah kekurangan guru Matematika, sementara di sekolah tersebut tidak ada penerimaan formasi guru matematika, dia mendaftar di sekolah lain yang ada formasi guru matematika dan lulus, maka dia tinggalkanlah sekolah asalnya ke sekolah yang lain. Sekolah lain tertutupi namun sekolah asalnya malah tidak,” sambung Syam Zaini.

“Akan tetapi kami tetap yakin dan pemerintah tidak menutup mata meskipun belum ada jawaban dari pemerintah sampai saat ini,” kata Syam Zaini.

Selain itu, kata dia, persoalan dengan tidak diakomodirnya tenaga guru honorer PAUD dalam rekrutmen penerimaan ASN melalui jalur P3K, untuk sebaiknya pula pemerintah pusat bisa lebih mempertimbangkan kembali dengan memasukkan guru honorer PAUD dalam perekrutmen ASN P3K.

“Ada beberapa teman dari PAUD juga mengeluhkan mengapa mereka tidak ada. Tentunya ini juga menjadi catatan kita bahwa kedepan kami, PGRI Sulteng, berharap kepada pemerintah pusat untuk bagaimana mengelola dengan baik dalam rekrutmen (guru honorer PAUD) menjadi ASN P3K,” ujarnya.

Memang katanya menambahkan, rekrutmen penerimaan guru honorer ASN P3K bisa dibilang dapat mengurangi rasa dahaga oleh ribuan bahkan puluhan ribu guru honorer, yang belasan tahun menanti untuk bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Dengan adanya rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) ini, selaku ketua PGRI Sulteng dan guru yang ada di Sulawesi Tengah, memberikan apresiasi besar kepada pemerintah pusat dengan memecahkan masalah yang sebelumnya ini menjadi permasalahan besar yang dihadapi oleh teman-teman guru honorer.

“Walaupun ini belum mencapai apa yang kita inginkan namun paling tidak dapat mengurangi rasa dahaga dari guru honorer yang telah ada. Rasa dahaganya itu adalah dengan dibukanya penerimaan P3K yang mereka sudah bertahun-tahun menunggu untuk diangkat menjadi ASN namun belum terkabulkan,” sebutnya.

“Artinya, bahwa kami memberi apresiasi kepada pemerintah yang telah turut memecahkan permasalahan guru honorer. Namun tentunya kita menyadari juga dari sekian ribu yang diangkat itu masih jauh dari harapan yang kita inginkan,” tegas Syam Zaini.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.