Peternakan Sapi di Desa Tamarenja Kabupaten Donggala, Jadi Objek Wisata Baru Warga Sulteng

oleh -
Lokasi Peternakan Sapi di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang viral dan menjadi objek wisata baru bagi warga setempat maupun dari luar daerah. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

Lokasi Peternakan Sapi di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) tiba – tiba saja viral dan menjadi objek wisata baru bagi warga Sulteng.

Oleh : Miftahul Afdal

Objek wisata yang baru-baru ini viral di Sosial Media (Sosmed) ini, membuat rasa penasaran bagi siapa saja yang melihatnya saat dibagikan ke Sosmed. Pemandangan yang indah di lokasi Peternakan Sapi itu, membuat siapa saja yang melihatnya terbetik dihatinya untuk mengunjungi lokasi itu.

Lokasi Peternakan Sapi itu, kabarnya adalah milik salah seorang Haji yang menjadikan lokasi itu sebagai peternakan sapi miliknya. Namun belum diketahui siapa nama Haji tersebut dan tinggal di daerah mana.

Pemandangan alam di lokasi Peternakan Sapi itu, sangat memukau dengan panorama alam yang komplet. Wisatawan bisa melihat indahnya pemandangan kubangan air seperti danau yang terlihat sangat indah. Apalagi bukit di tempat ini saling bertautan dan posisi kubangan air mirip danau itu berada di tengah – tengah bukit-bukit terebut.

Pemandangan di Peternakan Sapi di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang menjadi objek wisata baru bagi warga setempat maupun dari luar daerah. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

Menjelang pagi dan sore, pemandangan di Peternakan Sapi ini semakin menawan. Khususnya ketika langit perlahan berubah warna menjadi jingga saat matahari terbenam dan berwarna kuning cerah saat matahari terbit.

Peternakan Sapi ini bisa menjadi tempat libur bersama keluarga, pasangan, dan teman-teman kantoran. Pemandangan indah dan hawa sejuk di malam hari, bisa mendatangkan ilham saat berkontemplasi untuk menemukan ketenangan jiwa yang lagi gusar. Bahkan jika hanya sekedar refreshing untuk melepas, lokasi peternakan sapi ini sangat cocok dan layak untuk dikunjungi.

Daya tarik yang dimiliki Peternakan Sapi ini, dijamin tidak kalah dengan tempat wisata lainnya di Sulteng atau bahkan di luar Sulteng. Bagi yang masih penasaran, silahkan mengunjungi tempat ini selagi belum dikenakan tarif berbayar alias masih gratis.

Lokasi Peternakan Sapi tersebut, ditinggali pasangan suami istri yang di tugaskan pemilik ternak untuk menjaga ternaknya. Penjaga itu bernama Didin. Awalnya, Didin merasa heran tiba-tiba tempat itu menjadi viral dan banyak dikunjungi warga, baik warga sekitar maupun warga dari luar daerah.

Padahal kata Didin, tempat itu hanya merupakan lokasi Peternakan Sapi yang dipakai untuk ternak puluhan ekor sapi. Didin menduga, mungkin karena pemandangannya yang indah, sehingga membuat wisatawan ramai – ramai berdatangan ke lokasi itu.

Menurut Didin, kubangan air yang terlihat seperti danau itu berawal dari kubangan kecil. Kubangan air menjadi besar, karena digali menggunakan alat berat excafator. Sebab kubangan air tersebut, merupakan tempat minum sapi di peternakan itu.

“Itu kubangan air sebenarnya cuman kecil dulu, karena dipakaikan exa (excavator) untuk bagalih, makanya jadi besar begitu seperti danau,” ucap Didin sambil menunjuk kubangan air itu.

Didin juga mengatakan, rumput jarum atau sering disebut rumput jepang yang berada di lokasi Peternakan Sapi itu, sengaja ditanam dan dirawat untuk pakan sapi. Didin menerangkan, perlu waktu bertahun-tahun sehingga rumput jepang itu bisa merambat luas di lokasi Peternakan Sapi seluas 17 hektar itu.

“Rumput jepang ini, sengaja memang ditanam. Awalnya disini ada pohon-pohon besar, kemudian dilakukan pembukaan lahan untuk Peternakan Sapi seluas kurang lebih 17 hektar,” terangnya.

Salah satu pengunjung, Fajar yang penasaran dengan keindahan pemandangan di lokasi Peternakan Sapi di Desa Tamarenja, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

Semantara itu, salah satu pengunjung, Fajar menilai pemandangan di lokasi peternakan sapi tersebut sangat indah. Bahkan tidak bosan bila berlama-lama ditempat itu. Dia juga mengaku, Peternakan Sapi itu merupakan salah satu tempat yang tepat untuk berlibur.

“Pemandangannya disini sangat bagus. Tempat ini bisa jadi salah satu rekomendasi paling tepat untuk menikmati liburan,”kata dia.

Meski demikian, Fajar menginginkan, agar di lokasi peternakan sapi itu bisa disediakan sarana MCK, karena memang sampai saat ini di lokasi itu belum ada sama sekali MCK. Dikhawatirkan jika pengunjung semakin banyak, bisa buang air besar sembarangan di lokasi itu dan bisa menimbulkan bau tak sedap.

Namun hal itu kembali lagi kepada pemilik lokasi Peternakan Sapi itu apakah mau membautnya atau tidak, karena tempat itu miliknya dan belum sepenuhnya dikelola sebagai objek wisata.

“Tapi memang di tempat ini kalau bisa dibuatkan MCK, karena semakin banyaknya pengunjung yang berdatangan. Namun kembali lagi dengan yang punya lokasi ini, karena dia yang punya dan belum dibikin jadi tempat wisata,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.