Petani Donggala Kehilangan Alat Mesin Pertanian

oleh -

FOTO ; ILUSTRASI

DONGGALA, SULTENGNEWS.com – Petani di Kabupaten Donggala mengalami kekurangan alat pengolahan lahan pertanian. Alat pertanian seperti hand tractor tidak bisa lagi dioperasikan kerena rusak ditimpa bangunan akibat bencana gempa dan tsunami (28/11/2018).

Moh. Rum Yojolome Ketua Gabungan Kelompok Tani  (Gapoktan) Desa Tanjung Padang mengatakan saat ini   petani masih berhitung untuk mengolah sawah karena terkendala dengan tidak adanya hand tractor yang bisa digunakan. Hand tractor yang ada sudah rusak. Tidak bisa digunakan karena rusak.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Gapoktan ini di sela-sela Reses Muhammad Masykur, Anggota DPRD Sulteng di Desa Tanjung Padang (11/11/2018).  Dalam penjelasannya, Moh. Rum mengatakan mengenai hambatan yang dialami petani setelah bencana gempa dan tsunami.

“Secara umum itu hambatan utama petani di Kecamatan Sirenja. Sehingga keinginan untuk kembali turun ke sawah masih menunggu respon dari pemerintah daerah.  Harapannya bisa segera disahuti”, sebut Moh. Rum.

Mengenai hal tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala diharapkan dapat segera menyahuti desakan petani. Jangan sampai kesediaan  petani untuk bangkit keluar dari situasi duka bencana selangkah lebih maju dibanding kesiapan Pemda menjalankan program pemulihan secara bertahap, tegas Masykur.

“Jika demikian maka hal seperti itu akan memperlambat daerah ini bangkit. Terutama di soal tahapan mendorong tumbuhnya aktifitas ekonomi warga. Ini yang harus disegerakan, sudah harus didorong mulai ada proses transaksi di pedesaan”, sebut Masykur.

Terkait bantuan alat mesin pertanian (Alsintan), Masykur mendesak Pemda, melalui dinas terkait untuk segera melakukan percepatan realisasi pelaksanan program. Sebab, memang kondisinya memaksa kita melaksanakan hal tersebut  Ini demi dan untuk kemaslahatan warga, tutup Masykur.*/FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *