Perketat Perbatasan, Anggota DPRD Palu Minta Pemkot Kerjasama Dengan Pemda Donggala dan Sigi

oleh -
Anggota DPRD Kota Palu, Rusman Ramli. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Situasi covid-19 yang terus bertambah membuat jalur masuk Kota Palu harus diperketat utamanya di setiap perbatasan masuk Palu.

Berkaitan dengan hal itu, Anggota DPRD Kota Palu, Rusman Ramli meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Palu bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Donggala dan Sigi.

“Menyikapi pengetatan perbatasan agar kiranya ada kerjasama dengan pemerintah provinsi, Pemda Donggala dan Sigi terkait pengetatan perbatasan untuk penggunaan rapid berbayar,”ujar Rusman Ramli kepada sultengnews, Senin (04/01/2021).

“Karena di Donggala khususnya para buruh banyak yg bekerja di Palu, nah coba bayangkan, jika harus mereka berbayar 150 ribu/sekali rapid test, habislah upah mereka yang tidak seberapa. Karena melihat edaran Wali Kota bahwa mulai tanggal 6 akan mulai menerapkan rapid test di perbatasan Palu,”sambungnya.

Rusman menginginkan, Pemerintah Kota Palu membangun kordinasi dan komunikasi kepada seluruh pihak, bukan hanya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menurutnya, urusan pandemik ini adalah urusan dimana manusia bergerak bukan hanya sebatas urusan teritorial, maka, bagi dia, alangkah indahnya jika Pemkot Palu, Pemda Donggala dan Sigi bersatu padu karena ketiga daerah ini masyarakatnya punya akar yg sama secara ekonomi, sosial dan budaya, sehingga sulit dipisah.

“Orang Palu bekerja di Donggala (mayoritas pegawai Donggala tinggal di Palu) dan orang Donggala punya aktifitas ekonomi dan keluarga di Palu,”ucapnya.

Lebih lanjut, Politisi partai PKS ini menyatakan, Pemerintah Kota Palu harus kembali memperketat pengawasan bagi pelaku perjalanan untuk masuk Kota Palu. Terlebih lagi, dengan adanya surat edaran terbaru Walikota terkait dengan rapid anty body, sehingga tidak lagi diberlakukan SKBS bagi pelaku perjalanan.

“Kita ketahui juga kasus covid-19 di Kota Palu mengkhawatirkan, apalagi pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tapi kita tidak berharap ada klaster baru dari libur kemarin yang membuat lonjakan Covid-19 makin meningkat,”katanya.

Sebagai wakil rakyat, Rusman berharap kepada masyarakat Kota Palu untuk lebih patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan serta perilaku hidup sehat.

Rusman juga menambahkan, kesabaran dan kesadaran masyarakat sangat penting di situasi seperti sekarang, apalagi adanya pernyataan dari Kadis Kesehatan Kota Palu, bahwa Kota Palu masuk dalam transmisi lokal covid-19, artinya yang dikhawatirkan bukan lagi dari pelaku perjalanan tetapi masyarakat Kota Palu sendiri, faktanya masih begitu banyak masyarakat yang tidak patuh pada protokol kesehatan.

“Kami berharap ada ketegasan Pemerintah Kota Palu bersama stakeholder, selain ada sangsi yang ikuti dengan himbauan kepada masyarakat,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *