Perkawinan Usia Muda di Kota Palu Masih Tergolong Tinggi

oleh -
Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) terkait perkawinan diusia muda yang diselenggarakan DP3A Kota Palu di Kantor Walikota Palu. FOTO : ADHY RIFHALDY/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Perkawinan usia muda di Kota Palu, ternyata masuk kategori tinggi. Hal itu berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Urusan Agama Kota Palu, sepanjang tahun tahun 2019 tercatat 179 kasus perkawinan anak.

“Menurut data tahun 2019 yang kami ambil dari kantor urusan Agama, tercatat 179 kasus perkawinan anak di Kota Palu,” ujar Sekretaris Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Palu, Irmayanti Pettalolo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Walikota Palu, Selasa (20/10/2020).

Dikatakan, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palu diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil dan DP3A sendiri telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) difasilitasi Pemerintah Kota Palu untuk bekerjasama melakukan pencegahan perkawinan usia muda.

“Kami berharap dengan adanya Pokja ini, tingkat perkawinan anak usia muda bisa kita turunkan. Bahkan bila perlu tidak adanya lagi kasus perkawinan anak di Kota Palu,” ujarnya.

Dia berharap, kedepan Kota Palu akan menjadi pelopor perkawinan diusia matang secara fisik, emosional, serta ekonomi.

Rakor Pencegahan Perkawinan Usia Anak dan Desiminasi itu, dilaksanakan oleh DP3A Kota Palu dengan mengundang sejumlah dinas terkait, serta Yayasan Karampuang yang didukung oleh UNICEF. Rakor itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu, Asri SH bertempat di Restoran Kampoeng Nelayan, Selasa (20/10/20).

Sekda Kota Palu mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan rakor itu karena masih tingginya angka kerkawinan usia muda di Kota Palu.

“Perkawinan diusia muda dipengaruhi beberapa faktor antara lainnya faktor ekonomi, faktor budaya dan faktor pendidikan,” ungkapnya Sekda Kota Palu ini.

Sekda berharap, dengan adanya Rakor itu dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang dapat mencegah perkawinan diusia  muda di Kota Palu, serta dapat juga menjadi dasar pencegahan pernikahan usia muda bagi Pemerintah Kota Palu. RDL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *