Percepatan Pembangunan Daya Saing Melalui Peningkatan Kualitas Produk IKM di Kabupaten Sigi

oleh -
Jajaran Pimpinan Pemkab Sigi bersama dengan pelaku usaha mikro, Kamis (21/7/2022). FOTO : IST

SIGI, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sigi mengupayakan dan memaksimalkan dalam peningkatan kualitas produk yang dihasilkan oleh 1.470 Industri Kecil Menengah (IKM), bagian dari percepatan pembangunan daya saing di daerah kabupaten Sigi sebagai penopang pembangunan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sigi Ramadhan Thayeb, dalam agenda pelatihan pengolahan coffe dan blending, yang berlangsung di Pipikoro Coffe Jalan Tururuka, Kota Palu, Kamis (21/7/2022) pagi.

Plt. Kadis Perindag menjelaskan, upaya peningkatan kualitas produk IKM diawali dengan pengembangan kapasitas dan keterampilan pelaku IKM wira usaha baru.

“Di Sigi ada 1.470 IKM yang mendapat binaan dari Dinas kami dalam hal peningkatan kapasitas dan keterampilan,”  ungkap Ramadhan Thayeb kepada SultengNews.com, Kamis (21/7/2022).

Dia menguraikan, dari 1.470 IKM wira usaha baru, terdapat 565 IKM yang berbasis pertanian atau olahan pangan yang jenis produknya antaralain, kopi, bawang goreng, keripik dan lain sebagainya.

“Selebihnya adalah industri hasil hutan berupa meubel kayu, rotan dan bambu. Serta industri logam aneka dan perbengkelan,” sambungnya.

Eks. Kabid Pertambangan pada Dinas ESDM itu mengakui pula, masih banyak industri yang mengelola produk secara manual dan tradisional.

Sehingga, kata dia, dalam pengembangan produk Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan pendekatan pelatihan, pendekatan kapasitas hingga peningkatan kualitas produk.

Pihaknya juga memberikan sentuhan tekhnologi kepada IKM wirausaha baru, lewat rumah produksi yang dibentuk sehingga produk yang dihasilkan dapat menembus pasar global.

“Nah, untuk pengembangan lanjutan dan pemasaran produk dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM. Jadi, Dinas kami membentuk diawal, pengembangannya ada pada dinas kami ini,” ulasnya.

“Sejauh ini kendala yang dihadapi oleh pelaku IKM wirausaha baru adalah keterbatasan dana,” katanya menambahkan.

 

Terpisah, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi juga mengemukakan, pemerintah daerah Kabupaten Sigi berupaya menyediakan akses keuangan bagi pelaku IKM lewat program KUR 0 %.

“Lewat program KUR 0%, Pemkab Sigi mengalokasikan anggaran senilai 2 miliar rupiah untuk menanggulangi bunga kredit dari setiap pinjaman pembiayaan yang dilakukan oleh warga menengah ke bawah di Bank penyalur dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini,” sebut Wakil Bupati Sigi.

Tahun ini, lanjut Samuel, lewat alokasi dana tersebut, pemerintah menargetkan 1.000 pelaku industri kecil menengah dan usaha mikro kecil menengah, petani, peternak, pedagang dan masyarakat lainnya, menjadi penerima manfaat dari program KUR nol persen itu.

“Maksimal pinjaman atau kredit dari setiap warga senilai 20 juta rupiah tanpa agunan,” tegas Wakil Bupati Sigi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.