Perbaikan Irigasi Kecamatan Palasa Tak Ada Progres

oleh -
Kondisi irigasi di Kecamatan Palasa yang tidak menuai progres. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Perbaikan irigasi di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sama sekali tak menuai progres atau kemajuan dalam pembenahannya.

Pasalnya, irigasi tersebut tidak dapat lagi mengaliri air ke areal persawahan di Desa Palasa dan Palasa Tangki sehingga mengakibatkan ratusan hektar sawah mengalami gagal panen.

Berdasarkan pantauan media ini, batu besar atau masyarakat menyebut batu gajah yang baru-baru ini diangkut oleh perusahaan PT Tunggal Maju Jaya (TMJ) yang beroperasi di Desa Palasa Tangki yang rencananya dipergunakan sebagai bentangan agar air dapat masuk ke intake irigasi hanya berserakan begitu saja di bibir sungai Palasa.

Padahal, sejak 18 sampai 19 Mei 2021 dilakukan pertemuan antara Aparat Desa Palasa Tangki, BPD Palasa Tangki, PT TMJ, masyarakat dan Forum Juang Palasa Melawan (FJPM), bahwa pihak PT TMJ menjanjikan perbaikan sementara irigasi agar dapat dipergunakan petani sawah yang tertuang dalam berita acara.

Sayangnya, batu besar yang diangkut tidak tersentuh alat berat berupa excavator dari PT TMJ sehingga tidak sedikit pun air mengalir masuk ke intake irigasi dan sampai ke areal persawahan.

“Disini kami dari pemuda yang terhimpun dalam lembaga Forum Juang Palasa Melawan (FJPM). Pastinya akan menagih kemabali ucapaan atas perkataan dari pihak PT TMJ, sebagaimana yang tertanda dalam berita acara yang di sepakati antara PT TMJ, Aparat Desa Palasa Tangki dan masyarakat desa Palasa Tangki,” tegas Kordinator FJPM, Yofan kepada media ini, Selasa (06/07/2021).

Yofan menerangkan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pengawalan terhadap hak petani sawah dan akan terus menyampaikan aspirasi petani kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Palasa Tangki.

“Insya allah FJPM akan terus mengawal sampai hak-hak masayarakat (petani) untuk hidup bersih dan sejahtera. Dan kami tidak akan meninggalkan dan terus mengingatkan kepada Pemerintah Desa Palasa Tangki  untuk tetap mepertangung jawabkan fungsi dan tugasnya sebagai representatif dari masyarakat,”ucapnya.

Bahkan, secara tegas Yofan menyebut, apabila kesepakatan pada 10 Juli 2021 berkaitan dengan perbaikan jalan yang berada di Desa Palasa Tangki tidak direalisasikan PT TMJ, maka pihaknya tidak akan segan-segan melakukan blokade jalan.

“Dan kami akan menunggu di tanggal 10 Juli 2021 terkait perbaikan jalan nanti, seperti yang di sepakati dalam berita acara secara bersama. Jika ketetapan perjanjian itu tidak di indahkan mak InsyaAllah tanpa ragu kami akan blokade jalan,”terangnya.

“Dan tak segan segan menempu hal ini ke jenjang yg resikonya lebih tinggi,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *