Peran NGO Masih Diharapkan : Gubernur Ingin Kolaborasi Pemulihan Pasigala Berlanjut

oleh -
Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Drs. Ikhwan saat membacakan sambutan gubernur pada rapat koordinadi bersama NGO di Ruang Polibub Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (28/8/2020). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kelanjutan program-program Non Government Organization (NGO) dalam rangka pemulihan wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) pascabencana 28 September 2018 masih diharapkan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulteng, Drs. Longki Djanggola, M.Si dalam sabutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Drs. Ikhwan pada rapat koordinasi bersama sejumlah NGO yang melakukan pendampingan korban bencana PASIGALA di ruang Polibu Kantor Gubernur, Jumat (28/8/2020).

Program Manager JMK Oxfam Haris A. Ch Oematan, Staf Ahli Gubernur Drs. Ikhwan, Lead Recovery JMK Oxfam Yospina Liku La’bi dan Officer CO dan Advokasi JMK Oxfam Mahful. FOTO : IST

“Terlebih dengan adanya Covid-19 praktis menambah kerja-kerja kemanusiaan kita yang butuh keikhlasan,” kata Drs. Ikhwan saat memberi sambutan mewakili gubernur.

Dia mengharapkan, agar kolaborasi antara NGO dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pemerintahan baik provinsi maupun kabupaten/kota tetap terpelihara guna membenahi dampak bencana dua tahun silam.

Gubernur kata Ikhwan, menaruh perhatian pada pentingnya pendampingan dan sosialisasi ke penyintas supaya mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan misalnya lokasi hunian baru yang ditinggali ternyata tidak menunjang profesi lama penyintas.

“Dulunya nelayan, tapi kini karena tinggal jauh dari pantai maka perlu diberi pencerahan supaya mindsetnya berubah dan bisa hijrah ke profesi baru,” sarannya tentang kerja kolaborasi yang mesti diperbuat.

Sementara di bagian lain, Yospina Liku La’bi selaku Lead Recovery pada program JMK Oxfam melaporkan hasil-hasil kerja kemanusiaan yang telah dilakukan sejak masa darurat bencana sampai pemulihan yaitu pada klaster WASH (air dan sanitiasi), Livelihood (mata pencaharian) dan GEDSI (Gender, Protection dan Inklusi Sosial).

Untuk WASH, Ia menguraikan telah berhasil membuat sistem pengaliran air bersih ke 7 desa serta rehab air untuk mata pencaharian pada 18 desa terdampak di Pasigala dalam 2 tahap.

Sedangkan Livelihood, telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, pendampingan kelompok dan pemberian bantuan modal usaha ke UMKM.

Di samping memperbaiki fasilitas kesehatan di 20 desa, membangun ruang serba guna di 13 desa, menerangi 85 titik di 33 desa dengan lampu tenaga surya, melaksanakan musrenbang inklusi, membuat rambu-rambu evakuasi dan membangun desa tangguh bencana, serta membuat modul perlindungan gender dan disabilitas.

Merebaknya wabah Covid-19, JMK Oxfam juga ikut direspon dengan pembuatan buku saku Covid-19, kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberian sembako bagi kelompok rentan sebanyak 4.950 penerima manfaat, bantuan modal usaha dan APD bagi tenaga medis di RS rujukan Covid-19 serta puskesmas.

Pada kesempatan itu, Yospina juga menyampaikan bahwa program NGO tahap 3 akan berakhir pada September nanti.

Dengan harapan dari pertemuan tersebut akan tercipta umpan balik untuk kerja-kerja kemanusiaan tahap selanjutnya.

“Semoga bapak ibu mengungkapkan semua kegiatannya, apa yang sudah baik dan apa yang jadi tantangan sehingga kita mengetahui apa yang bisa dilakukan selanjutnya bersama pemda,” tuturnya mengharapkan.

NGO yang hadir berasal dari JMK-OXFAM, PKBI, YSTC, Libu Perempuan, Solidaritas Perempuan, YLBH Apik Sulteng, Human Initiative, MDMC, Islamic Relief, Inanta, Care, CWS, PMI, Unicef, Care dan sejumlah NGO lainnya. Sedang OPD nampak pejabat dari Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air, DP3A.

Sumber : Ro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *