Penyintas Nilai Penanganan Bencana Masih Buruk

oleh -
Pelaksanaan Workshop Walhi Sulteng di Hotel Jazz Kota Palu. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sampai saat ini penanganan bencana alam 28 September 2018 silam, di wilayah Palu-Sigi-Donggala-Parigi Moutong (Pasigala) masih menuai kritikan.

Salah satu penyintas Pasigala, Amir mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semasa kepimpinan Kepala BPBD Sulteng, Bartholomeus untuk meminta data pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan anggaran yang dikucurkan. Akan tetapi, kata dia, belum diberikan.

“Sudah dilaksanakan semua ini atau belum (pembangunan Huntap), badan bencana (BPBD) belum pernah memberikan informasi ini kepada penyintas, saat kami demo badan bencana tidak memberikan kepada kami,”ujar Amir saat mengikuti workshop Walhi Sulteng, di Hotel Jazz Kota Palu, Rabu (07/04/2021).

Bahkan, Amir menilai penanganan bencana terhadap sejumlah penyintas masih buruk, dia juga mempertanyakan sanksi apa yang dapat diberikan kepada intansi terkait yang dianggapnya lalai dalam penanganan bencana di Pasigala.

“Penanganan bencana kepada kami ini sangat buruk, saya tidak tau sanksi apa yang seharusnya diberikan kepada mereka, karena mereka ini sudah lalai,”tegasnya.

“Tidak ada keterbukaan kepada kami, kami datangi dengan aksi tidak memberikan data kepada kami,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *