Pensiunan TNI dan POLRI Masuk Data Pemilih Pemula

oleh -

Suasana sosialisasi tahapan Pilkada yang dilaksanskan KPU Palu di Kafe Tanaris, Selasa (19/11/2019). FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemilih pemula atau masyarakat yang baru menggunakan hak suaranya dalam Pemilu dan Pilkada, rupanya bukan hanya anak – anak SMA dan sederajat, tapi juga pesiunan TNI dan Polri.




Hal itu disampaikan Komisioner KPU Palu Divisi Teknis, Iskandar Lembah dalam sosialisasi tahapan Pilkada di Kafe Tanaris, Selasa (19/11/2019).

Menurutnya, pensiunan TNI/POLRI dimasukkan dalam kategori pemilih pemula, karena rata – rata TNI/POLRI sudah aktif bertugas saat pelaksanaan Pemilu dan Pilkada secara langsung, sehingga mereka tidak bisa menyalurkan hak suaranya, karena TNI/POLRI harus netral saat Pemilu dan Pilkada.

“Nah, setelah mereka pensiun, barulah mereka bisa menggunakan hak suaranya baik di Pemilu ataupun di Pilkada,” ujar Komisioner yang memulai karir kepemiluan dari tingkat KPPS itu.

Olehnya kata dia, pihak kelurahan diharapkan partisipasi aktif dalam memberikan data terbaru jumlah pensiunan TNI/POLRI di masing – masing kelurahanya, sehingga semua abdi negara tersebut bisa menyalurkan hak suaranya.

“Saya tegaskan lagi ya, pemilih pemula itu bukan hanya anak – anak SMA, tapi juga para pensiunan TNI/POLRI karena baru menggunakan hak suaranya setelah mereka pensiun,” katanya.

Dalam sosialisasi yang dihadiri juga pihak kelurahan itu, Iskandar meminta agar pihak kelurahan juga lebih proaktif melaporkan warganya yang sudah meninggal ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) agar segera dilakukan perbaikan data sebelum data kependudukan itu diserahkan ke KPU untuk digunakan dalam Pilkada tahun 2020 mendatang.




“Kami di KPU tidak menginput perubahan data kependudukan, karena itu kewenangan Dukcapil. Kami hanya pengguna data dari Dukcapil. Namun data dari Dukcapil itu, tetap kita lakukan perbaikan dan verifikasi melalui petugas pantarli atau sekarang kita sebuat PPDP atau Petugas Pemutahiran Data Pemilih,” jelasnya.

“Jadi, kami sangat berharap peran aktif pihak kelurahan untuk melaporkan perubahan data kependudukan utamanya yang sudah meninggal, sehingga bisa dihapus dalam data calon pemilih,” tandasnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *