Penggalangan Dana di Lampu Merah Marak, Ibu Misna Berikan Penjelasan (Bagian 2)

oleh -
Penggalangan Dana di Lampu Merah Tawaeli yang dilakukan anggota Komunitas Persatuan Pemuda Pemudi Palu (P4) yang dikoordinir Ibu Misnawati, Minggu (27/12/2020). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Berdasarkan keterangan dari salah seorang anggota penggalangan dana dari Persatuan Pemuda Pemudi Palu (P4), sebelumnya tertulis Pemuda Pemudi Peduli Palu, yang menyebutkan anak Mastur fotonya di tempel di dos sedang dirawat di ruang ICU RS Undata, maka redaksi sultengnews.com lalu melakukan penelusuran kebenaran informasi itu ke ruang ICU RS Undata.

Dari keterangan perawat di RS Undata yang ditemui redaksi sultengnews.com, tidak ada anak bernama Mastur di rawat di ruang ICU Undata maupun di ruang rawat anak.

“Tidak ada pasien anak nama Mastur di ICU atau rawat anak,”ujar perawat itu.

Bahkan kata perawat itu, untuk sementara ruang ICU belum bisa digunakan. Perawat itu menduga, informasi itu hanyalah penipuan.

“Tidak ada nama pasien itu dirawat disini, mungkin saja itu penipuan,”ucapnya.

Redaksi sultengnews.com lalu mencoba menghubungi Kordinator Persatuan Pemuda Pemudi Palu (P4), Misnawati untuk mengecek keberadaan anak Mastur yang mereka gunakan fotonya di dos untuk penggalangan dana.

Saat dihubungi, Misnawati agak kesulitan menjelaskan keberadaan anak Mastur. Dia mengaku, Mastur tidak lagi dirawat di RSUD Undata Palu. Anak bernama Mastur kata Misnawati tidak jadi di rawat di RS Undata karena berat badannya kurang, sehingga dipulangkan dulu ke rumahnya untuk menaikan berat badannya, agar bisa dilakukan operasi. Sebab kata Misnawati, berat Mastur tidak sesuai dengan usianya, sehingga Adik Mastur tidak bisa di operasi.

“Sekarangkan dia (Adik Mastur) masih dikasih naik dulu bobot badannya, karena mau dioperasi, sementara dipulangkan dulu ke rumahnya. Kemarin kan saya dari sana antar susu, sebab bobot badannya tidak sesuai dengan umurnya untuk itu belum boleh dioperasi,” kata Misnawati.

Dia mengklaim, sempat berkomunikasi dengan dokter yang merawat langsung adik Mastur, karena perlunya untuk menaikkan bobot badannya, sehingga adik Mastur harus dipulangkan dulu. Bahkan Misnawati menyebut, dia juga pergi ke rumah adik Mastur untuk memberikan susu dan popok.

“Sudah dikembalikan ke rumahnya sejak kemarin sore. Jadi dia ini dari Parigi, kemudian yang tangani juga dari Parigi untuk dirawat di Kota Palu. Tapi sampai sekarang belum bisa di operasi, makanya dikasih kembali tinggal sama tantenya sekarang sama saudara mamanya di Jalan Veteran,”sebutnya.

Misnawati mengatakan, keterangan anggotanya yang turun melakukan penggalangan dana bahwa adik Mastur di rawat selama tiga hari di RSUD Undata, tidak mengetahui terkait dengan keberadaan adik Mastur lebih jauh. Sebab dirinya dan bendaharanya bernama Riski yang lebih tahu keberadaan adik Mastur.

“Jadi yang lebih tahu ini Riski bendahara saya, karena kalau anggota yang lain hanya mengada-ngada saja, karena koordinator penanggung jawab bendahara saya,”ucapnya.

“Bendahara saya yang lebih mengetahui dari A sampai Z ceritanya ini, kalau anggota lain hanya di beritahu saja bahwa pasien di rawat disini dan masih berada disini, karena bendahara saya langsung mengarahkan anggota-anggota itu,”tambahnya.

Misnawati lalu menjelaskan bahwa saat ini adik Mastur berada di jalan Veteran Kota Palu di rumah tantenya. Dari jembatan Veteran kemudian belok kiri, terdapat lorong, namun di sekitar situ tidak ada tanda pengenal.

Misnawati mengaku, pihaknya sering melakukan penggalan dana, jika ada orang yang mau meminta bantuan kepadanya.

“Kalau bantuan dari Dinas Sosial kan hanya biasanya operasi saja, tapi untuk kebutuhan popok, susu itu bukan bantuan dari pemerintah. Untuk itu, dia minta tolong sama saya kebetulan saya kan dia tahu, karena komunitas saya juga ini sudah mereka kenal juga, sehingga mereka telepon langsung ke saya,”akuhnya.

“Dia bilang bu saya boleh minta bantuan selama di Kota Palu, untuk itu saya penggalangan dana saya kasih tahu ibunya,”sambungnya.

Misnawati mengungkapkan, untuk penggalangan dana pihaknya hanya melaksanakan selama tiga hari saja, bagi dia yang terpenting sudah membantu orang dan tidak pernah seperti relawan lainnya selama satu minggu untuk menggalang dana.

Misnawati menuturkan, anggotanya yang diturunkan penggalangan dana diberikan uang makan dan transportasi dari hasil penggalangan dana tersebut.

“Misalnya ke Tawaili uang bensin 10 ribu, uang makan 20 ribu. Ya kalau bisa ada rezeki 100 ribu dipotong 20 ribu, kan tidak mungkin pakai uang pribadi karena kan mereka mau menolong juga, tapi kan uang ini bukan dipakai untuk foya-foya. Biasanya mereka dapat uang sampai 150 ribu, jadi dipotong 20.000 untuk mereka,”tuturnya.

Dia menjelaskan, adik Mastur sudah beberapa hari berada di Kota Palu. Kata dia, ada yang perkenalkan komunitasnya kepada Ibu dari adik Mastur, kebetulan ibu adik Mastur kenal dengannya, karena melihat di Sosial Media (Sosmed) Info Kota Palu.

“Kalau orang tidak mau minta tolong kepada saya, saya tidak mungkin tolong. Sampai saya dianggap kasih turun anak-anak untuk penggalangan itu, saya pakai sendiri saya tidak begitu,”katanya.

Misnawati mengaku, uang hasil penggalangan dibelanjakan untuk kebutuhan adik Mastur, setelah dipotong dulu uang transportiasi dan uang makan anggota yang melakukan penggalangan dana.

Saat redaksi sultengnews.com meminta nomor orang tua adik Mastur, Misnawati terdengar kelabakan menjawab. Dia mengaku nomor orang tua Mastur jatuh di air dan tidak bisa lagi dihubungi.

“Kalau nomornya ada, tapi saya tidak bohong pak. Cuman kemarin saya langsung pergi, tapi tadi malam saya telfon-telfon sudah tidak aktif juga. Setelah saya ke rumahnya, katanya HP-nya tidak ada lagi, karena sudah jatuh di air. Saya langsung pergi kesana tadi (rumah adik Mastur), kemudian saya tanya kenapa HP-nya sudah tidak aktif-aktif, jadi ibu Mastur bilang HP-nya jatuh tadi malam,” katanya.

Misnawati mengaku, dia juga sudah menanyakan kepada keluarga adik Mastur kapan akan di bawa ke rumah sakit. Namun kata ibu Mastur, anaknya akan dinaiank dulu bobot badannya, jika sudah naik baru bisa dibawa ke rumah sakit untuk dioperasi.

“Saya tadi ini kesana. Satu hari tadi baru saya antarkan susu kesitu, yang kemarin terkumpul 300 ribu. Untuk uang penggalangan yang tadi, belum saya kumpul karena saya belum hitung, karena saya masih capek. Bukan hanya dorang (anggota yang menggalang dana di lampu merah Tawaeli) anggota saya, masih banyak anggota lainnya,”ucapnya.

Saat redaksi sultengnews.com terus mendesak alamat jelas adik Mastur di Jalan Veteran itu, Misnawati terdengar kerepotan menjawab dan penyampaiannya berbelit – belit dan terdengar dari balik telfon dia bertanya juga ke orang disampingnya alamat lengkap adik Mastur untuk menjelaskan tanda rumah adik Mastur tinggal saat ini. Bersambung..!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *