Pengelolaan Pajak Dari Parkiran, Tiga Paslon Cawalkot Palu Nilai Belum Baik

oleh -
Suasana debat terbuka keempat Paslon Walikota dan Wakil Walikota Palu di Best Western Hotel Kota Palu. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM- Debat terbuka kedua Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Palu yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu mengusung tema Menyelesaikan Persoalan dan Memajukan Daerah yang bertempat di Hotel Best Western Hotel Kota Palu, Rabu (11/11/2020), berlangsung dengan baik.

Dalam debat tersebut, pengelolaan pajak parkiran yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai oleh tiga Paslon Walikota Palu belum baik.

Ketiga Paslon Walikota Palu yang menilai pengelolaan pajak dari sektor parkiran yang belum baik, yakni Aristan nomor urut 01, Hadianto Rasyid nomor urut 02, dan Imelda Liliana Muhidin nomor urut 04.

Namun, untuk Aristan mengaku lebih menginginkan peningkatan pajak dari sektor pengelolaan parkiran di Kota Palu.

“Ada peningkatan pajak dari sektor tambang migas, untuk Kota Palu saat ini khususnya pengelolaan parkir, hal yang sederhana juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dapat menjadi PAD Kota Palu kedepannya,”ujarnya.

Senada dengan itu, Hadianto Rasyid mengungkapkan, pengelolaan parkiran di Kota Palu saat ini belum terlaksana dengan baik. Begitu pun, dengan pengelolaan pasar dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Palu.

“Parkiran hari ini belum terkelola dengan baik, kemudian juga pengolahan pasar dan pengelolaan UMKM Kota Palu,”ungkap.

“Oleh karena itu kita kedepan akan memperhatikan petani dengan baik. Jadi sistem pengendalian uang ini betul-betul berjalan dengan baik,”sambungnya.

Lebih tegas, Menurut Imelda Liliana Muhidin, pajak retribusi parkir belum maksimal, mungkin dikatakan Paslon Walikota Palu, Drs. Hidayat,M.Si nomor urut 03 (Petahana) sudah meningkat, tapi Imelda berharap tidak ada pungli di retribusi parkir.

“Sehingga, kami akan membuat aplikasi sistem informasi pengawasan pajak dan retribusi dan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya pajak dan retribusi daerah,”tegasnya.

Sementara itu, Drs. Hidayat, M.Si yang juga petahana itu menyatakan, untuk pendapatan dari sektor parkiran sejak dirinya menjabat Walikota Palu pendapatan dari parkiran terus naik, karena pola perparkiran ini tidak ada lagi yang liar.

Hidayat menjelaskan, meningkatnya pendapat pajak dari parkiran itu, karena adanya satgas yang dibentuk untuk mengawasi parkiran liar.

“Karena kita bentuk satgas yang menangani perparkiran ini,”jelasnya.

Hidayat juga mengklaim, tidak benar jika pendapatan dari sektor parkiran mengalami penurunan. Sebab, kata dia pendapatan dari parkiran terus meningkat.

“Saya kira tidak benar kalau pendapatan dari parkiran turun, malah naik terus sampai saat ini,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *