Pengaruh Virus Corona, Harga Emas Naik Hingga 11 Persen

oleh -
Warga Kota Palu masih memburu emas walaupun harganya naik hingga 60 persen. FOTO : MAHFUL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pandemik virus corona tidak hanya berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat secara sosial, tapi juga berpengaruh pada harga emas dipasaran.

Sebelum pengumuman virus corona dari Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Maret 2020, harga emas perhiasan seperti cincin, emas, kalung dan perhiasan lainnya berada di kisaran Rp720 -an. Sedangkan emas batangan berkisar Rp750 – an.

“Namun setelah pengumuman virus corona, harga emas perhiasan naik hingga Rp820 – an. Sedangkan emas batangan naik hingga Rp850 – an hingga Rp870 – an,” ujar Sardi Arifin, pemilik toko emas perdana di kompleks Pasar Bambaru, Minggu (15/3/2020).

Dikatakan, kenaikan harga emas itu disebabkan banyak pengusaha yang lebih memilih berinvestasi ke emas daripada dibursa saham. Rata – rata pengusaha saat ini, berinvestasinya di emas ketimbang dibursa saham.

“Kenaikan harga emas ini tergolong tidak wajar, karena biasanya kenaikannya hanya 3 hingga 3,3 persen pertahun. Tapi kenaikan saat ini, mencapai 11 persen sehingga sangat tidak wajar,” ujarnya.

Menurut Sardi Arifin, industri emas terbesar di dunia ada di China, Amerika dan India. Ketiga negara itu adalah negara dengan penyebaran virus vorona yang besar, sehingga mengakibatkan melonjaknya harga emas.

Hal senada juga disampaikan pemilik toko emas mulia, Ko Rony. Menurutnya, lonjakan harga emas mulai terjadi setelah pemerinta mengumumkan adanya virus corona.

“Ini karena virus corona, sehingga banyak pengusaha memburu emas dan berinvestasi di emas, ketimbang di bursa saham. Itulah sebabnya harga emas melonjak,” ujar ko Rony.

“Banyak orang sekarang ramai – ramai berinvestasi di emas, sehingga harga emas menjadi naik,” tutupnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *