Pengakuan Muharram Nurdin Terhadap Sosok Prof Aminuddin Ponulele

oleh -
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng, Muharram Nurdin. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah (Sulteng), Muharram Nurdin mengenal Prof Aminuddin Ponulele sejak menjadi mahasiswa di Universitas Tadulako (Untad) tahun 1990.

“Sebelumnya, almarhum pembantu rektor I yang membidangi akademik. Setelah itu almarhum jadi rektor untad. Ketika almarhum jadi rektor saya salah satu mahasiswa yang sering berhadap-hadapan karena posisi saya sebagai aktivis mahasiswa,” kenang Muharram Nurdin.

Selepas jadi mahasiswa Muharram kembali bertemu dengan almarhum di DPRD Provinsi Sulteng. Muharram mengaku ingat betul tahun 1999 saat dirinya menjadi pimpinan sementara DPRD, almarhum adalah salah satu anggota DPRD yang taat pada aturan tata tertib, almarhum selalu hadir tepat waktu dan mengikuti persidangan sampai selesai. Kepiawaian dia mengelola politik mengantar almarhum dipilih secara aklamasi menjadi ketua DPRD Sulteng. Sementara tiga wakilnya dipilih melalui proses voting tertutup.

“Hanya satu tahun setengah kami sama-sama di DPRD Sulteng, kemudian dia terpllih menjadi gubernur Sulteng tahun 2001 – 2006. Kembali saya menjadi mitra dengan posisi saya sebagai anggota DPRD dan almarhum adalah gubernur Sulteng,” kisah Muharram.

Tahun 2014 Muharram kembali sama-sama di DPRD Provinsi dengan almarhum Prof Aminudin Ponulele menjadi ketua DPRD dan Muharram salah satu wakilnya.

Muharram mengaku, almarhum sangat paripurna karena semasa hidupnya pernah mengabdi sebagai guru, dosen dan rektor. Sementara jabatan politiknya di eksekutif sebagai gubernur dan di legislatif empat kali menduduki jabatan Ketua DPRD Sulteng.

Selain sebagai ketua Golkar Sulteng, almarhum pernah jadi ketua PSSI Sulteng, Ketua PWI Sulteng dan pendiri beberapa yayasan sosial.

“Atas dasar tersebut diatas, saya merasa kehilangan seorang figur pemimpin, guru dan tokoh panutan. Untuk itu PDI Perjuangan Sulteng mengucapkan bela sungkawa yang dalam,” tutupnya.

Seperti diketahui, Prof Aminudin Ponulele meninggal dunia pagi tadi sekira pukul 10.30 Wita di Rumah Sakit Budi Agung Palu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *