Penderita HIV/AIDS di Kota Palu Meningkat Setiap Tahun

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.com – Penyakit HIV/AIDS di Kota Palu sejak tahun 2002 selalu menunjukan grafik peningkatan. Hingga Desember 2018, kasus HIV/AIDS mencapai 766 kasus. Sementara tahun 2019, hingga Juli ini sudah ditemukan sebanyak 55 korban.

Hal itu dikemukakan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, Mohammad Irzam saat ditemui sultengnews.com di ruang kerjanya, Selasa (30/7/2019).

Dikatakan, kasus HIV/AIDS di Kota Palu dan Sulteng mulai masuk sejak tahun 2002. Saat itu, kasus pertama hanya 3 kasus. Namun terus meningkat setiap tahunya hingga mencapai 766 kasus pada Desember 2018.

“Tahun 2019 ini sudah 4 orang yang meninggal. Sedangkan tahun 2018, ada 7 orang yang meninggal,” katanya.

Menurut Irzam, tempat penularan HIV/AIDS pada manusia yakni melalui darah dengan cara tranfusi darah, cairan sperma dan cairan vagina lewat berhubungn intim dan lewat air susu ibu (ASI) saat menyusui.

“Kita sudah melakukan sosialisasi rutin dibeberapa tempat diantaranya Tondo, cafe-cafe, panti pijat, lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan juga sekolah-sekolah yang ada di Kota Palu,” terangnya.

Dia menambahkan, pengidap HIV/AIDS atau ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) masih bisa sembuh jika rutin berobat.

“Kalau sembuh iya, tapi untuk menghilangkan virusnya tidak, cuma bisa ditekan. Tapi bisa hidup normal beraktifitas seperti biasanya asal rutin minum obat setiap harinya sampai seumur hidupnya,” paparnya

“Cara penceganya, no sex sebelum menikah, setia kepada pasangan, pakai kondom, tidak mengonsumsi obat-obat terlarang serta memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS,” tutupnya. JMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *