Pencarian Dua Anak Hilang Akan Dilakukan Juga Secara Adat Suku Lauje

oleh -
Tim SAR gabungan bersama masyarakat dan Komunitas Pencinta Alam saat melakukan pencarian dua kakak beradik yang hilang sejak 28 Juli 2020 lalu. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Hingga kini, dua kaka beradik suku lauje di Desa Bugis Utara, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah belum ditemukan.

Rencananya, pencarian dua orang anak kakak beradik tersebut akan dilakukan secara adat suku lauje. Kedua anak itu bernama Tiara (10 tahun) dan Undo (6 tahun).

“Kami akan melakukan lepas adat suku lauje dulu, kemungkinan besok akan dilaksanakan. Nanti untuk pencariannya dilanjutkan atau seperti apa menunggu selesai dari pelepasan adat,” kata Kepala Desa Bugis Utara, Sarton saat dihubungi sultengnews.com, Rabu (05/08/2020).

Dikatakan, pelepasan adat suku lauje seperti sesuai dengan aturan adat yang berlaku seperti melepaskan ayam putih di tempat kedua anak yang hilan dan juga pemberian pinang dan pulut atau beras ketan.

Saat itu, pihaknya masih sementara mencari perlengkapan untuk pelepasan adat, serta beberapa perlengkapan menuju ketempat tersebut, sebab jalan yang ditempuh cukup jauh.

“Kami dari pemerintah desa akan terus bertahan untuk melakukan pencarian. Begitupun dengan pelepasan adat yang akan dilaksanakan besok,”ujarnya.

Dia menuturkan, pencarian kedua anak yang hilang dari awal sampai sekarang belum ada titik terang. Masyarakat, komunitas pencinta alam dan tim Basarnas sudah turun semua untuk mengupayakan pencaharian, tapi belum menemukan kedua anak yang hilang itu.

“Sekarang sudah masuk hari kelima, kita dari pemerintah desa berusaha untuk tetap terus melakukan pencarian,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes mengungkapkan, pencarian hari ini telah memasuki hari ke lima tim SAR gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian. Tercatat hingga hari ini, unsur SAR sebanyak 29 dengan jumlah 124 orang tergabung dalam pencarian yang terdiri dari beberapa instansi, pecinta alam maupun masyarakat setempat.

“Pada pencarian dihari ke empat salah satu tim yang terdiri dari 5 orang melakukan pencarian ke arah utara sepanjang jalan dan mereka menemukan jejak kaki yang berukuran kaki anak-anak dan bekas makanan sebuah pucuk rotan,”ungkapnya.

“Jejak kaki tersebut ditelusuri namun lagi-lagi pencarian tidak bisa dilanjutkan, karena terkendalah cuaca hujan deras hingga akhirnya tim memutuskan untuk kembali ke posko dan melaporkan hal tersebut ke On Scene Coordinator (OSC),”sambungnya.

Dia menerangkan, pencarian akan direncanakan pada area dimana sebelumnya ditemukan jejak yang dicurigai merupakan jejak kaki kedua korban dan bekas makanan sebuah pucuk rotan.

“Semoga cuaca di lapangan bersahabat, sehingga pencarian berjalan dengan lancar dikarenakan sebelumnya pencarian terkendalah cuaca buruk,” tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *