Penangkapan Pegawai Lapas Tambun Tolitoli, Dinilai Langgar Peraturan Kapolri

oleh -
FOTO : ILUSTRASI

TOLITOLI, SULTENGNEWS.COM – Proses penangkapan yang dilakukan aparat satuan narkoba Polres Tolitoli terhadap pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tambun inisial DW terkait narkotika jenis ekstasi lima butir belum lama ini, disebut melanggar Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) Nomor 14 Tahun 2012.

Hal tersebut terurangkap dalam sidang kedua praperadilan dengan agenda penyampaian replik melalui kuasa hukum termohon, Dicky Patadjenu SH dan Moh Sabrang SH.

Dalam replik yang mematahkan perihal jawaban dua penyidik satuan narkoba selaku kuasa hukum termohon, telah terungkap bahwa penggeledahan yang dilakukan oleh termohon ternyata tanpa disaksikan ketua RT/RW pegawai kelurahan dan tokoh masyarakat setempat yang menjadi penanggungjawab wilayah sekitar.

“Tindakan termohon dalam penggeledahan bertentangan dengan pasal 33 ayat 3 dan 4 undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana,” kata kuasa hukum termohon.

Menurut kuasa hukum pemohon, Dicky Patadjenu SH, setiap tindakan penangkapan penggeledehan yang tidak disaksikan oleh pihak desa/kelurahan atau tokoh masyarakat yang memiliki kewenangan di daerah itu, menjadi sebuah tindakan pelanggaran karena bertentangan dengan pasal 33 ayat (1) huruf b ayat (2) huruf b Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor : 8 tahun 2009 tentang implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia (HAM) dalam penyelenggaraan tugas kepolisian RI.

“Perkap yang dilanggar termasuk nomor 14 tahun 2012 tentang managemen penyidikan tindak pidana,” jelasnya.

Dalam perkara tersebut termohon dinyatakan sama sekali tidak memberikan turunan berita acara penggeledahan kepada pemohon pada proses penangkapan sehingga tindakan termohon bertentangan dengan undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana pasal 33 ayat (5).

Dalam sidang praperadilan yang digelar Jumat (03/04/2020) itu kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda jawaban Replik dari termohon. TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *