Pemuda Kecamatan Tomini Kritik Kebijakan Camat di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -
Pemuda Kecamatan Tomini, Aris Bira. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Pemuda Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Aris Bira mengkritisi kebijakan Camat Tomini, Muktasim di tengah pandemi covid-19.

“Tomini Ini pusat ekonomi laut dan darat jika ikan tidak terjual maka nelayan akan berdapak ekomominya, dan ini akan ada efek domino, begitu juga petani,”ujar Aris Bira kepada sultengnews, Rabu (06/01/2021).

Menurut Aris, dampaknya, warga bisa kesulitan untuk menjual hasil bumi mereka. Pemerintah harusnya tidak hanya memikirkan dampak pandemi namun juga memastikan warga dapat terlindungi kebutuhannya.

Bagi Aris, tugas pemerintah selanjutnya memastikan warga mematuhi protokol kesehatan, dengan menyediakan fasilitas mencuci tangan dan warga memakai masker dan mengatur jarak antar penjual. Kalo biasanya berdempetan skrng diberi jarak dua meter sehingga pembeli dengan sendirinya juga akan berjarak.

“Saya belum melihat ada pasar di Kota Palu saat ini ditutup karena covid-19 yang ada pasar jadi tempat berbelanja paling diburuh warga, karena murah dan lebih alami untuk sayur dan rempah lainnya ini bisa menjaga imun tubuh tetap stabil,”ucapnya.

Solusinya, kata Aris, pemerintah dilevel kecamatan bertugas untuk memastikan bahwa warga tetap sehat, aman dan paling penting tercukupi semua kebutuhan mereka dalam situasi pembatasan aktivitas sosial ini.

Disamping itu tetap berkordinasi dengan pemerintah dilevel provinsi untuk bantuan alat kesehatan untuk warga. Jadi pemerintah dilevel kecamatan harus lebih berani mengambil keputusan untuk menjamin warga tidak mengali kesulitan ekomoni dari pandemik ini.

“Kita butuh capat yang berdiri didepan bukan yang melarang bahkan membubarkan pasar hanya karena takut covid-19,”sebutnya.

Bahkan, Aris menegaskan, jika Camat Tomini tidak bisa menjamin masyarakat Kecamatan Tomini untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, maka Aris menginginkan agar Camat Tomini mengundurkan diri sebagai camat.

“Jika Camat tidak berhasil memastikan warganya untuk mematuhi protokol kesehatan dan juga menjamin warga untuk tetap terlindungi dari krisis ekomini sebaiknya mundur saja,”tegasnya.

Aris mengatakan, pandemi covid-19 ini masala global yang semua negara membutuhkan solusi untuk penanganan, belum ada satu negara yang berhasil menjalani strategi jitu untuk menghentikan penyebaran covid-19. Beberapa upaya dengan menggunakan vaksin sedang didatangkan ke Indonesia informasi terbaru bahwa vaksin juga sudah berada di Kota Palu untuk sebarkan.

Aris menjelaskan, penanganan covid ini tidak bisa ditangani parsial atau terpisah-pisah, dimana kebikan satu dan lainnya tidak berjalan beriringan. Dampaknya adalah penanganan penyebaran virus ini berdampak pada ekonomi warga.

“Di level Desa Pasar menjadi sentral ekonomi warga, dalam situasi krisis seperti ini pemerintah harusnya memperbanyak sentral ekonomi warga bukan justru menutup bahkan menutup pasar,”jelasnya.

Menurutnya, kebijakan di Kecamatan Tomini ini sangat bertentangan dengan semangat pemerintha dilevel pusat dimana Presiden menginginkan adanya percepatan ekomoni atau permutaran uang yang cepat sehingga tidak terjadi krisis ekonomi.

“Dalam situasi krisis seperti ini pemerintah harusnya membuka sentral-sentral ekonomi warga bahkan jika perlu memfasilitasi pusat ekonomi kecil, pasar murah dan lainnya yang bertujuannya untuk bisa menekan terjadinya krisis ekonomi,”tandasnya.

Pihak Kecamatan Tomini yang sudah dicoba di konfirmasi belum memberikan keterangan sama sekali. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *