Pemprov, DPD Gerindra dan MERCUSUAR Akan Polisikan Penyebar Hoax “Gubernur Biayai People Power di Sulteng”

oleh -




Koran MERCUSUAR yang diduga diedit oleh Oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mengganti isi beritanya, lalu menyebarkannya ke media sosial.

PALU, SULTENGNEWS.com – Viralnya informasi HOAX di media sosial yang menyebutkan bahwa Gubernur Longki Djanggola Membiayai Aksi People Power di Sulteng, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng angkat bicara.

Melalui Kepala Biro Humas dan Protokoler, M. Haris Kariming Pemprov Sulteng berencana akan melaporkan oknum yang mengedit dan akun – akun yang menyebarkan informasi HOAX tersebut ke Polda Sulteng, Senin besok (20/5/2019).

Gubernur Sulteng Longki Djanggola bersama Karo Humas dan Protokoler Pemprov Sulteng M. Haris Kariming

“Oknum yang mengedit berita tersebut dan akun – akun medsos yang berperan aktif dalam penyebaran berita bohong (HOAX) ini, maka kami akan laporkan ke pihak kepolisian,” tulis M. Haris Kariming melalui siaran pers yang diterima redaksi sultengnews.com malam ini, Minggu (19/5/2019).

Menurut juru bicara Pemprov Sulteng ini, pemberitaan dalam rubrik #Palu Bangkit Tagline “Longki Djanggola Membiayai Aksi People Power di Sulteng” adalah berita editan yang tersebar di medsos.



“Adapun berita yang mengait – ngaitkan Gubernur sulteng dengan gerakan People power” yang tersebar di medsos itu, berita editan dan isinya hoax,” tegas M. Haris Kariming.

Gubernut Longki kata dia, tidak pernah menyinggung apalagi merencanakan  masalah gerakan people power di Sulteng. Berita tersebar di medsos adalah berita HOAX yang tidak bertanggung jawab. Berita tersebut adalah berita editan yang diambil dari salah satu media local di sulteng.

“Posisi sebagai Gubernur, beliau tetap betindak netral sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku. Beliau tetap mendukung proses Pemilu dan Pilpres sesuai ketentuan yang ada dan menyerahkan sepenuhnya ke KPU dan BAWASLU selaku penyelenggara Pemilu dan Pilpres yang di amanatkan dalam UU,” tandas M. Haris Kariming.

DPD Gerindra Sulteng, melalui siaran pers yang di kirim ke sejumlah wartawan juga berencana akan melaporkan oknum dan akun media sosial yang menyebarkan Hoax yang menuding Longki Djanggola Membiayai Pople Power di Sulteng.

“Itu berita hoax dan tidak bertanggungjawab. Itu lembaran koran yang diedit lalu disebarkan di media sosial,” tandas Longki Djanggola melalui pesan di jejaring komunikasi Whatsapp, Minggu, 19 Mei 2019.



Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah ini, menyanggah berita bohong atau hoax yang menyebut dirinya membiayai gerakan people power.

Hoax yang menyebar di jejaring media sosial Facebook itu, berupa gambar lembaran koran Mercusuar yang dipastikan adalah editan. Judul beritanya menyolok dan menuding Longki Djanggola yang juga Gubernur Sulteng membiayai people power yang lagi ramai belakangan ini.

Gubernur menghimbau kepada masyarakat, kiranya di bulan Ramadhan ini sebaiknya dimanfaatkan oleh kaum Muslimin untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat semisal berbagi dengan sesame, ketimbang menyebarkan berita bohong atau Hoax.

Saat ini, Tim Advokasi dan Hukum DPD Partai Gerindra Sulteng yang dipimpin Arena Jaya Parampasi tengah menyiapkan berkas untuk melaporkan kasus penyebaran hoax ini ke Polisi.



“Ada beberapa orang yang kita akan laporkan ke Polisi, Senin, 20 Mei 2019. Mereka sesuai penelusuran tim kami, melakukan penyebaran hoax tersebut melalui akun media sosial mereka. Kita akan mendasarkan laporan kami dengan UU ITE,” sebut Arena.

Sementara itu Pemimpin Redaksi Harian Mercusuar, Tasman Banto juga berkeberatan atas ulah penyebar hoax itu dan juga berencana akan melaporkan masalah ini ke proses hukum.

“Kita pertimbangkan untuk menempuh jalur hukum atas tindakan tersebut, karena sudah merugikan media kami dan merusak nama Harian Mercusuar,” katanya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *