Pemohon Paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Palu Menurun Drastis

oleh -
Kepala Seksi Tekhnologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Daniel Rachman, A.Md.IM.SH

PALU, SULTENGNEWS.COM – Imbas dari covid 19 atau virus corona, pemohon paspor di Kantor Imigrasi kelas 1 TPI Palu mengalami penurunan secara drastis.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Tekhnologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Daniel Rachman, A.Md.IM.SH, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/03/2020).

“Jadi berkurang sekali karena biasanya disini sekitar 50 sampai 70 orang untuk pemohon paspor, tapi saat ini hanya mencapai 25 atau 30 orang per hari. Jadi menurun sekira 50 persen,” ujar dia.

“Kalau disini kebanyakan pemohon paspor itu tujuannya untuk umroh. Karena Arab Saudi sudah menetapkan kebijakan menghentikan sementara masuk kesana akibat virus corona, jadi otomatis pemohon paspor berkurang,” lanjut Daniel.

Menurutnya, efek virus corona yang di nyatakan sebagai bencana nasional non alam, berimas ke pemohon paspor sangat signifikan.

“Terkait pelayanan itu, kita menghimbau kepada pemohon paspor kiranya jika tidak mendesak tidak perlu pergi keluar negeri untuk sementara waktu,” terangnya.

Pelayanan Paspor di Kantor Keimigrasian kata Daniel, tidak bisa dilakukan secara online, karena foto pemohon dan juga biometrik harus mendatangkan orang tersebut.

“Kalau di intansi lain kan sudah melakukan pelayanan secara online, jadi untuk di Imigrasi masih belum bisa yang memang alur kerjanya mengharuskan pemohon datang,” terangnya.

Daniel juga menambahkan, sesuai dengan peraturan menteri hukum dan hak asasi manusia republik Indonesia nomor 7 tahun 2020 tentang pemberian visa dan izin tinggal dalam upaya pencegahan masuknya virus corona bagi orang asing khususnya negara terindikasi di tolak masuk ke Indonesia.

“Orang asing yang datang ke Indonesia untuk sementara ditolak, terlebih untuk negara terindikasi virus crona seperti china, Italy, Iran, Korea Selatan dan negara terindikasi lainnya,” pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *