Pemkot Rancang Peraturan Wali Kota Palu

oleh -
Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, Mohammad Rizal. FOTO : IST

Peraturan Wali Kota Tentang Usaha Sarang Burung Walet dan Peraturan Wali Kota Tentang Penyediaan Penyelenggaraan Media Reklame

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Kota Palu saat ini tengah menyusun dua Peraturan Wali Kota (Perwalikota) Palu yang akan dijadikan sebagai dasar aturan dalam suatu peraturan daerah kota Palu, setelah nantinya disahkan.

Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu Mohammad Rizal, ST, M.Si, mengatakan, dua Peraturan Wali Kota yang sedang dan tengah disusun oleh tim terkait yakni Peraturan Wali Kota Palu tentang Usaha Sarang Burung Walet dan Peraturan Wali Kota Tentang Peneyediaan Penyelenggaraan Media Reklame.

Hal ini kata dia, salah satu upaya Pemerintah Kota Palu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyd, dalam menata, menertibkan bangunan yang difungsikan sebagai sarang burung wallet dan sejenisnya, serta menata, menertibkan reklame yang tidak berizin di kota Palu.

“Insya Allah dalam waktu dekat atau di bulan ini, sudah selesai pembahasan Perwalinya kemudian kedepannya sudah bisa digunakan,” ujar Mohammad Rizal Kepada SultengNews.com, Rabu (12/1/2022).

“Baik Bangunan usaha untuk sarang burung wallet milik warga maupun median reklame dari pemiliknya belum memiliki izin, ini yang akan kita tertibkan,” sambung Rizal.

Untuk Perwalikota Palu tentang bangunan sarang burung wallet dan sejenisnya tersebut karena memang sampai saat ini belum ada peraturan yang dibuat, ada beberapa hal yang di atur di dalamnya, kata Rizal, diantaranya tentang zonasi atau radius (jarak) dimana bangunan usaha berada, dengan pertimbangan jauh dari tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, dan hal-hal lainnya, yang dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitarnya.

Kemudian, soal pengaturan bunyi-bunyi yang tidak boleh sepanjang hari atau di hanya jam tertentu saja yang diperkenankan untuk bunyi, mengatur tentang volume atau besarnya suara atau dalam hal ini tidak boleh juga terlalu besar suaranya, dan lainnya.

“Kita akan memberitahukan kepada mereka nantinya yang harus dipenuhi, kalau sudah dipenuhi baru bisa laksanakan usahanya, kalau tidak kita tertibkan,” kata dia.

“Untuk sarang wallet mengapa sangat penting ada perwalinya, karena yang pertama memang sampai sekarang belum ada aturan tentang penyelenggaraan usaha burung wallet, kedua banyak keluhan-keluhan dari masyarakat sekitar yang terganggu oleh bunyi-bunyi tadi. Pemerintah Kota Palu berencana akan membeli alat pengukur kebisingan untuk mengetahui ukuran dari volume yang semestinya digunakan oleh pemilik sarang burung walet,” lanjutnya.

Sementara katanya menambahkan, median papan reklame yang membanjiri di sudut-sudut kota Palu dan bahkan tidak tertata dengan baik dalam penempatan median reklame, ukuran dan jenisnya, merupakan milik warga yang tidak berizin dan hingga saat ini pemerintah kota Palu kesulitan dalam melakukan pendataan karena tidak diketahui dimana alamat pemiliknya.

Untuk itu, tegas Rizal, selain dengan melakukan pengaturan terhadap penggunaan median reklame, dimana saja yang bisa ditempatkan median reklame, penggunaan ukuran dan sejenisnya, dirinya pun langsung melakukan penertiban ketika diketahui bahwa setelah dikeluarkan Perwalikota Palu tersebut, media reklame yang terpajang tidak diketahui dimana pemilik penyelenggaranya.

“Untuk reklame, kita akan atur di mana zona-zona yang boleh ada reklame tetapi ada juga reklame yang tidak boleh ada di situ. Kedua, kita akan atur mengenai bentuknya. Jadi, bentukanya tidak boleh seperti sekarang ini, ada kecil, ada besar, ada tinggi, dan seterusnya, kita akan atur bentuknya supaya seragam. Ketiga, kita akan atur juga mengenai segala konstruksinya. Jadi, disitu akan ada ketentuan bahwa pemilik reklame akan bertanggung jawab terhadap apa-apa saja terjadi jika konstruksi itu ternyata tidak sesuai,” tegasnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.