Pemkot Palu Sedang Sosialisasi Penggunaan Pengeras Suara Di Masjid

oleh -
Kasubag Agama Kesra Setda Kota Palu, Muhammad Basron. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Kota Palu sedang melakukan sosialisasi terkait dengan penggunaan pengeras suara azan, penggunaan alat suara ketika sholat di masing-masing masjid sebagai tempat ibadah yang ada di kota Palu dan tersebar di masing-masing kelurahan.

Hal ini mulai digemakan, sebagaimana sesuai dengan surat edaran resmi dari Menteri Agama RI Pusat Yaqut Cholil Qoumas, yang menerapkan penerapan pengeras suara di masjid.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Agama Kesra Setda Kota Palu Muhammad Basron, mengatakan, beberapa waktu lalu telah mengikuti pertemuan di kantor Kementerian Agama Kota Palu dengan pembahasan teknis penggunaan pengeras suara di masjid, dan telah disepakati secara bersama oleh imam masjid serta pegawai syarah masjid, aturan penggunaan pengeras suara tersebut.

Dengan telah disepakati sejumlah poin penting dan penggunaan pengeras suara, tentunya Pemerintah Kata Palu telah dan mulai menyebarkan sosialisasi tersebut kepada masyarakat, di 46 kelurahan yang tersebar di kota Palu.

“Alhamdulillah, dalam pertemuan dihadiri oleh seluruh imam dan pegawai syarah se-kota Palu dan mereka sudah sepakat untuk menggunakan pengeras suara sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan,” ungkapnya kepada SultengNews.com, Senin (7/3/2022).

“Kita sedang dan tengah sosialisasi kepada seluruh masyarakat kota Palu penggunaan suara toa dan waktunya mulai kapan itu kita sudah sosialisasikan,” sambung dia.

Misalnya, kata dia, waktu-waktu tertentu yang harus menggunakan pengeras suara diantaranya 15 atau 10 menit sebelum azan di kumandangkan, menggunakan pengeras suara dalam ketika sedang dan tengah pelaksanaan sholat tanpa mengeluarkan suara atau volume dari masjid, dan sebagainya.

Hal ini lanjut Basron, minimal untuk bisa memupuk kebersamaan dalam keberagamaan beragama di sekitar lingkungan masing-masing, agar kerukunan beragama di kota Palu dapat dan terus terpelihara dengan baik.

“Kita harap ini yang terpenting, menjaga dan memupuk saling toleransi, agar yang lainnya tidak terganggu saat menjalankan ibadah masing-masing,” kata Basron.

Kemudian, Pemerintah Kota Palu pun mengajak kepada mubalikh-mubalik nantinya dalam safari Ramadhan tahun ini, agar menanamkan bahasa-bahasa yang baik dalam berceramah, termasuk dengan visi mis serta program yang telah dicanangkan oleh Wali Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu.

“Kita doakan semoga Wali Kota Palu, Wakil Wali Kota Palu, dan Sekretaris Daerah Kota Palu terus diberi kesehatan, kelapangan rezeki dan dapat menjalankan seluruh program dari visi misinya, khususnya Palu menuju Adipura,” tutup Basron.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.