Pemilik Usaha Buka Sampai 11 Malam Keatas, Dikenai Sanksi Penutupan Satu Minggu

oleh -
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Palu, Trsino Yunianto. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM –Pemerintah Kota Palu akan memberikan sanksi kepada pemilik usaha berupa penutupan usaha selama satu minggu, jika ditemukan buka usaha di malam hari diatas pukul 23.00 malam, setiap harinya.

Hal ini dalam rangka pembatasan dan pengetatan kegiatan masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) covid-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Palu Trisno Yunianto, menyebutkan, pemerintah kota Palu melalui Wali Kota Palu telah mengeluarkan instruksi Nomor 4 Tahun 2022 dan surat edaran Nomor 443//0543/hukum/2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengendalian covid-19, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Satpol-PP Kota Palu menindaklanjuti surat edaran tersebut dengan membentuk tim gabungan TNI/Polri, Satpol-PP, untuk melaksanakan giat pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan SE Wali Kota yang telah dikeluarkan.

“Sederhananya atau intinya, pertama kami menyisir ke tempat-tempat mall, pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, dan lainnya. Dengan ada tiga hal yang kami tekankan yakni tentang 5 M (memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, jauhi kerumunan, kurangi mobilitas atau aktivitas), melakukan pembatasan kapasitas pengunjung di pusat-pusat perbelanjaan yaitu 75 persen dan yang paling penting ini adalah penggunaan aplikasi peduli lindungi yang memang wajib disiapkan oleh pemilik dan penanggung jawab pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan dan sejenisnya,” kata Trisno Yunianto kepada SultengNews.com, Selasa (8/2/2022) pagi.

“Denda 100 ribu rupiah di tempat atau kita berikan kerja sosial selama satu jam di tempat-tempat yang telah di sediakan jika tidak pakai masker. pengusaha atau penanggung jawab tidak menyediakan aplikasi peduli lindungi dapat sanksi yang diberikan sesuai dengan Perwali, serta bisa ditutup tempat usahanya jika ditemukan buka diatas dari jam 11 malam. Disamping sanksi administrasi kami melakukan penutupan selama satu minggu,” katanya lagi.

Trisno menjelaskan, mengapa hal demikian tetap dilakukan operasi yustisi dan penertiban dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, hal itu tidak lain karena kota Palu masih dalam masa PPKM covid-19 dalam pencegahan, pengendalian dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Pemberian sanksi ini sebagai edukasi bahwa covid-19 belum selesai dan masih ada. Maka marilah kita bersama-sama mencegah penyebaran covid-19 di kota Palu,” ujarnya.

“Kepada masyarakat kota Palu, saya menghimbau jika keluar rumah wajib menggunakan masker dengan baik dan benar. Sebaliknya, pengusaha atau pemilik usaha untuk memperhatikan jumlah kapasitas pengunjung, jaga jarak dan pembatasan waktu buka usaha dan tutup usaha,” jelasnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.