Pemilik Lapak Jualan Jalan Martadinata Mulai Bongkar Bangunan

oleh -
Bangunan lapak yang sudah mulai dibongkar sama pemiliknya, disekitar jalan Martadinata, kelurahan Talise, kota Palu. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan Martadinata kelurahan Talise, mulai terlihat melakukan pembongkaran lapak atau tempat jualannya karena melanggar menggunakan badan drainase, trotoar dan bahu jalan.

Dari hasil pantauan wartawan SultengNews.com dilokasi, satu persatu dari pemilik lapak atau jualan mulai membongkar sebagian bangunan yang terbuat dari papan, meskipun masih ada sebagian dari pemilik bangunan yang belum melakukan pembongkaran.

Salah seorang PKL pemilik bangunan yang berjualan di sepanjang jalan Martadinata (namanya tidak mau dikorankan), menyebut, pembongkaran ini sebagai bentuk taat kepada aturan pemerintah setempat untuk tidak mengambil badan jalan dan bagian dari Drainase.

Menurutnya pula, sesuai dengan batas waktu pembongkaran yang diberikan oleh Pemerintah Kota Palu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palu, khusus yang menangani penertiban Perda Kota Palu, batas waktu yang diberikan sampai dengan pertengahan bulan Januari, tahun ini.

“Kita sudah mulai bongkar bagian depan bangunan yang terkena drainase dan trotoar, dan kita geser ke bagian belakang. Biar tidak kena badan jalan dan trotoar,” ungkapnya kepada SultengNews.com saat ditemui dilokasi, Senin (10/1/2022) tadi pagi.

“Daripada nanti dibongkar paksa sama petugas, lebih baik kita bongkar sendiri, biar aman,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Palu Trisno Yunianto, mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan kepada pemilik lapak atau jualan yang berada di sepanjang jalan Martadinata sampai di Citraland, yang melanggar menggunakan drainase, bahu jalan, untuk segera membongkar lapaknya.

Namun jika kemudian, pemilik lapak tidak pun menaati atas batas waktu yang sudah diberikan untuk membongkar sendiri lapak jualannya, maka secara terpaksa petugas Satpol-PP kota yang melakukan pembongkaran.

“Tanggal 4-12 Januari kita sosialisasi sekaligus berikan teguran satu, dua dan tiga. Teguran itu agar mereka membongkar sendiri lapaknya. Tanggal 13-14 Januari pemberian tanda lapak-lapak yang akan segera dibongkar, pada tanggal 14 Januari juga kita akan melaksanakan rapat finalisasi. Tanggal 17-21 Januari disitu baru kami ngecek, berikan peringatan dan teguran lagi, masih adakah yang belum bongkar, kalau masih ada yang belum bongkar, tanggal 24 Januari kita sudah bongkar,” kata Trisno Yunianto.

“Saya harapkan dalam rangka kota Palu menuju Adipura, segala kegiatan masyarakat yang menggunakan bahu jalan, trotoar itu akan kami tertibkan. Untuk itu, masyarakat harus lebih menaati peraturan daerah yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Palu,” tegasnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.