Pembelajaran Tatap Muka Ditunda di Daerah Mengalami Peningkatan Covid-19

oleh -
Kadisdikbud Sulteng, Irwan Lahace. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pembelajaran tatap muka bagi siswa dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan ditunda khususnya di daerah yang mengalami peningkatan covid-19 di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Sulteng, Irwan Lahace mengatakan, dalam rapat evaluasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulteng yang dipimpin langsung Gubernur, Drs.Longki Djanggola mengintruksikan dalam rapat itu untuk menunda pembelajaran tatap muka bagi kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan penyebaran covid-19.

“Lewat rapat evaluasi Forkopimda yang dipimpin langsung oleh Gubernur, beliau menginstruksikan secara langsung dalam rapat, bila ada peningkatan covid-19 di salah satu daerah, maka pembelajaran tatap muka akan ditunda,”ujar Irwan Lahace kepada sultengnews, Selasa (22/12/2020).

Irwan menyebut, sesuai surat edaran dari Gubernur Sulteng pada 1 Desember 2020, kemudian tindaklanjuti dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng dengan Juknis tatap muka, dalam semester genap di 2020 sampai 2021 bahwa dalam keterangan terakhir dalam Juknis tersebut, apabila penyebaran dari covid-19 meningkat, Gubernur Sulteng akan meninjau kembali surat edaran itu.

Irwan mengaku, saat ini dia sedang mempersiapkan draf surat edaran lagi, bahkan dari berita di koran yang di bacanya hari ini untuk jamaah umroh saja dikembalikan.

Menurutnya, memang situasi ini merupakan darurat bencana kemanusiaan yang luar biasa, dia menilai keadaan ini tidak bisa di pandang remeh.

Direncanakan, pembelajaran secara serentak di 12 kabupaten dan 1 kota di Sulteng akan dimuat sejak 4 Januari 2021. Akan tetapi dengan situasi seperti sekarang, bagi Irwan tentunya Gubernur Sulteng akan lebih bijak mengeluarkan kebijakannya untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Tapi dengan situasi seperti sekarang saya yakin gubernur akan lebih bijak lagi untuk mengeluarkan kebijakannya dalam bentuk aturan sebagai upaya penurunan covid-19,”ungkapnya.

Berdasarkan laporan up date Pusdatina covid-19 Sulteng kasus komulatif positif covid-19 Sulteng sebanyak 2.800 orang, sedangkan kabupaten dan kota yang mengalami peningkatan covid-19 terdapat tiga kabupaten dan satu kota.

Adapun daerah yang mengalami peningkatan kasus covid-19 yakni di Kota Palu 321 orang, Kabupaten Morowali 375 orang, Kabupaten Poso 143 orang, dan Kabupaten Morowali Utara 77 orang. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *