Pembangunan Huntap Korban Bencana Palu Rampung Tahun Ini

oleh -

Salah satu rumah hunian tetap (Huntap) yang dibangun di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.com – Pemerintah mengupayakan sekitar 1.500 unit Hunian Tetap (huntap) yang dibangun di kawasan relokasi di Kelurahan Tondo dan Talise untuk korban bencana di Kota Palu rampung sebelum tahun 2020.

“Saat ini yang selesai dibangun sekitar 60 unit. Tahun ini diupayakan selesai,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Iskandar Arsyad saat menjawab pertanyaan perwakilan korban likuefaksi Petobo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) penanganan pasca bencana oleh Pemerintah Kota Palu di ruang sidang utama DPRD Kota Palu, Jumat (21/6/2019).



Dia menjelaskan, di kawasan relokasi tersebut nantinya akan dibangun sekitar 2.500 huntap untuk tahap awal bagi korban bencana yang kehilangan rumah di kawasan likuefaksi, tsunami dan berada di bawah garis patahan.

“Yang bantuan Buddha Tzu Chi sekitar 1.500 unit. Katanya akan ditambah 1.000 unit lagi tapi untuk saat ini yang pasti 1.500 unit, huntap bantuan Yayasan Al-Khoir 400 unit, APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) 400 unit,” ujarnya.

Selain di Kelurahan Tondo dan Talise, di Kelurahan Duyu sambungnya, juga akan dibangun sekitar 450 unit huntap sebab penetapan lokasi relokasi dan huntap oleh pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota Palu di Kota Palu ditetapkan di dua lokasi itu.

Dia menjelaskan jumlah huntap yang dibangun di kawasan relokasi di Kelurahan Duyu tidak sebanyak di Kelurahan Tondo Talise disebabkan kontur tanah yang ada di sana.

“Di Kelurahan Duyu itu perbukitan dan pegunungan sehingga tidak memungkinkan wilayah di sana semua dibangunkan huntap,” ucapnya.

Selain itu, Dia menyarankan kepada pengungsi korban bencana yang menolak direlokasi di Kelurahan Tondo dan Talise agar bersedia pindah dan menghuni huntap tersebut.



Dia mengerti dengan alasan para pengungsi yang menolak pindah di sana karena alasan jarak dari tempat tinggal semula dan tenda pengungsian yang cukup jauh.

“Saran saya silahkan pindah dulu ke sana dan tempat huntap supaya komiu (anda) dapat sertifikat tanah dan rumahnya. Setelah itu komiu mau jual dan mau tinggalkan atau tidak terserah dari komiu. Yang penting tempati saja dulu supaya komiu dapat sertifikat tanah dan huntap karena itu gratis,” katanya.***

Sumber : Antara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *