Pelayanan RS Anutapura Mengecewakan, Pemred Mercusuar Pilih Keluar Rumah Sakit

oleh -
Pemimpin Redaksi Harian Mercusuar, Tasman Banto (Baju Merah) saat hendak keluar dari RS Anutapura Palu ditemani beberapa rekan wartawan. FOTO :IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemimpin Redaksi Harian Mercusuar, Tasman Banto memilih keluar dari Rumah Sakit Anutapura Palu karena merasa kecewa dengan pelayanan pihak rumah sakit yang tidak terlalu peduli dengan kondisi pasien.

Pemimpin Redaksi Mercusuar ini, masuk ke RS Anutapura pada Jumat sekira pukul 17.50 Wita, setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Palu – Donggala sekira pukul 13.30 Wita.

Sebelum dibawa ke RS Anutapura Palu, Tasman Banto sempat ditangani secara medis di RS Kabelota Kabupaten Donggala hingga pukul 16.00 Wita. Bahkan Tasman Banto sempat di Rontgen dengan hasil terlihat tulang bahu patah. Namun karena di RS Kabelota Donggala tidak memiliki peralatan memadai dan juga tidak ada dokter spesialis patah tulang, maka pihak RS Kabelota menyarakan Tasman Banto dibawa ke RS di Kota Palu untuk penanganan medis lebih lanjut.

Rekan – rekan sesama wartawan yang menjenguk Tasman Banto di RS Kabelota Donggala, lalu membawa Tasman Banto ke RS Anutapura dengan menggunakan mobil pribadi wartawan.

Tasman Banto tiba di RS Anutapura sekira pukul 17.50 Wita bersama rekan – rekan wartawan yang membawanya. Setelah turun dari mobil, Tasman Banto lalu di arahkan ke salah satu ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Anutapura Palu untuk penanganan lebih lanjut.

Beberapa rekan wartawan yang membawa Tasman Banto lalu melapor ke bagian administrasi untuk pendaftaran pasien, serta menyampaikan ke perawat di IGD bahwa pasien sempat di rawat di RS Kabelota Donggala. Perawat di IGD Anutapura lalu memita hasil pemeriksaan dari RS Kabelota seperti obat apa saja yang sudah diberikan, jam berapa diberikan, serta foto hasil Rontgen dari RS Kabelota Donggala.

Sembari menunggu info itu, pihak IGD RS Anutapura belum berani mengambil tindakan apa pun, karena khatir nanti over dosis obat.

Rekan – rakan wartawan yang membawa Tasman Banto lalu mencoba menghubungi wartawan yang mengurus Tasman Banto saat di RS Kabelota Donggala untuk mengirimkan semua hasil pemeriksaan di RS Kabelota Donggala. Setelah semua dikirimkan, lalu ditunjukan ke perawat di IGD RS Anutapura Palu, perawat itu lalu memotret hasil pemeriksaan itu. Selanjutnya, perawat meminta lagi foto hasil Rontgen agar pasien segera bisa ditangani. Rekan Tasman Banto lalu meminta lagi ke rekan di Donggala agar dikirimkan foto hasil Rontgen,karena diminta di IGD RS Anutapura Palu.

Setelah hasil foto ada dan ditunjukan ke perawat di IGD RS Anutapura, petugas meminta hasil print out-nya foto Rontgen itu. Namun setelah dikontak lagi ke RS Kabelota Donggala, ternyata alat Rontgen di RS Kabelota Donggala sedang rusak, sehingga tidak bisa diprint. Karena tidak ada hasil print Rontgen, maka perawat di IGD RS Anutapura Palu menyarankan agar Tasman Banto di Rontgen ulang agar bisa ditangani dan bisa mendapatkan ruangan.

Rekan wartawan yang membawa Tasman Banto lalu menyampaikan ke Tasman Banto bahwa dia akan di Rontgen ulang. Tasman Banto mengiyakan untuk di Rontgen ulang. Penyampaian untuk dirontgen ulang sekira pukul 19.30 Wita, namun baru di Rontgen sekira pukul 22.30 Wita malamnya.

Tasman Banto yang masuk sekira pukul 17.50 Wita di IGD RS Anutapura Palu, hanya bisa menahan rasa sakit yang dialaminya. Beberapa rekan wartawan Mercusuar yang menjenguknya pada malam itu, mencoba menghubungi Direktur RS Anutapura agar Tasman Banto bisa segera diberikan penanganan dan bisa segera dapat ruangan.

Selama di IGD RS Anutapura Palu, Tasman Banto mendapat pelayanan seperti pemberian cairan infus, pemeriksaan luka di tangan kanan serta Rotgen. Sementara beberapa luka lainhya seperti di tangani kiri dan kaki tidak dibersihkan.

Direktur RS Anutapura Palu, dr. Maria Rosa Da Lima Rupa sempat membalas telfon dari wartawan Mercusuar dan menyampaikan bahwa pihak RS Anutapura bukan tidak mau menangani Tasman Banto, tapi perawat di IGD harus memastikan dulu obat apa saja yang sudah diberikan selama ditangani di RS Kabelota Donggala.

Terkait Rotgen, kenapa bisa sedikit lama karena ruangan harus disterilkan dulu karena ada pasien yang dirotgen sebelumnya positif Covid-19, sehingga butuh waktu dulu baru bisa ruangan dan alat digunakan.

“Jadi tidak ada niat mau terlantarkan pasien atau tidak mau tangani, karena ruangan harus disterilkan dulu karena pasien yang di rotgen sebelumnya positif,” ujar dr. Maria Rosa Da Lima Rupa.

Sejak semalam, beberapa rekan wartawan mencoba menghubungi beberapa pihak di RS Anutapura agar bisa mendapatkan ruangan, agar Tasman Banto bisa beristrahat dengan tenang di ruangan. Namun upaya untuk mendapatkan ruangan, tak kunjung bisa hingga pukul 12.30 Wita siang ini.

Merasa tak ada kepastian ruangan, Tasman Banto bersama beberapa wartawan yang menemaninya memutuskan untuk keluar dari RS Anutapura Palu untuk mendapatkan perawatan di rumah. Wartawan yang mendampingi Tasman banto mengaku, akan membawa Taman Banto ke RS Undata Palu.

“Pak Tasman sudah kita kasih keluar untuk diurut dulu. Setelah ini, kemungkinan kita bawa ke RS Undata,” ujar Wakil Pimpinan Umum Mercusuar, Temu Sutrisno saat dihubungi media ini. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.