Pelaku Pemboman Ikan di Teluk Tomini Berhasil Ditangkap Polisi

oleh -
Para pelaku pemboman ikan di Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong yang berhasil ditangkap polisi yang dibantu para nelayan sedang diikat tangannya. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Para pelaku pemboman ikan di Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong berhasil ditangkap polisi yang bekerjasama dengan sejumlah nelayan.

Penangkapan para pembom ikan itu, dilakukan sekira pukul 14.00 siang pada Sabtu kemarin (20/6/2020).

Enam orang nelayan bersama 2 anggota Polisi dari Polsek Tomini berangkat ke perairan laut teluk Tomini dengan menggunakan 3 perahu besar.

“Masyarakat sudah resah dengan pemboman ikan yang selama ini sering terjadi di teluk Tomini, sehingga dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penangkapan kepada mereka,” kata salah satu nelayan sultengnews.com, Minggu (22/6/2020).

Menurut para nelayan, masyarakat sudah mengeluhkan tindakan pemboman ikan tersebut, sebab nelayan yang memancing yang dulunya mendapatkan hasil banyak sudah mulai mengurang, sehingga masyarakat dan pihak kepolisian berinisiatif untuk cepat melakukan tindakan kepada para pelaku pemboman ikan.

“Karena untuk Polairut masih banyak prosesnya, padahal banyak pengakuan nelayan yang lain hampir setiap hari pemboman ikan itu terjadi di perairan laut teluk Tomini,” katanya lainnya.

Para pelaku pemboman ikan yang ditangkap yakni inisial SN (52) warga Desa Tingkulang, Kecamatan Tomini, RN (35) warga Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga, SR (37)
warga Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga, ZL (34) warga Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga, AS (24) warga Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga,
dan FH (15) warga Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga.

Kapolsek Tomini, IPDA Moh. Devan N. Habie, SH mengungkapkan, Polsek membentuk tim kecil untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku pemboman ikan yang terjadi di perairan laut teluk Tomini.

“Bomnya sudah ada yang akan dibuang, tapi tidak sempat meledak. Kami langsung melakukan penyergapan,” ungkap Kapolsek.

Dikatakan, alat bukti yang ditemukan ada tiga buah kapal, dua alat kompresor, enam botol bom, panah ikan, gabus ikan dan alat pancing lainnya.

“Penanganannya akan dilimpahkan di Polairud Polres dan di backup dari Reskrim Polres,” ucap Kapolsek Tomini itu.

Kapolsek juga menjelaskan, untuk sementara pelaku dikenakan undang-undang darurat tentang penggunaan bahan peledak dan selanjutnya akan ditangani Polairud Parimo.

“Kami akan tetap melakukan pengawasan dan akan melakukan penangkapan apabila memang masih ada,”jelasnya.

Dia juga mengharapkan agar tidak ada lagi masyarakat yang menggunakan Bom khususnya diperairan Tomini, sebab akan merusak biota laut dan terumbu karang.

“Untuk masyarakat khususnya nelayan, apabila mendapatkan informasi langsung laporkan kepada kami agar langsung di tindak lanjuti,”tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *